Ini Kisahku Baru Kenal Udah Langsung ML

Sungguh tidak pernah terbayangkan olehku bila saya akan bersetubuh dengan seorang gadis secepat ini di Bali. Pada awal bulan ini ketika saya baru masuk memulai perkuliahan dan kebetulan mendapat kos di daerah denpasar. Suasana disekitar kos saya terbilang cukup nyaman dan tenang.
Dari beberapa kamar kos, kebetulan cuma empat kamar yang saat itu dihuni oleh anak kos termasuk saya. Tiga kamar lainnya itu dihuni oleh beberapa orang, ada yang sudah berkeluarga, ada seorang laki-laki STW ( setengah tua ), dan 1 kamar lagi dihuni oleh 2 gadis muda cantik, seksi dan menggairahkan. Memang sudah takdir saya berdekatan dengan 2 gadis cantik, 1 kamar yang di huni oleh 2 gadis cantik itu berada disebelah kamar saya.
Oh iya nama kedua gadis cantik itu Siti dan Shinta, Siti berumur 23 tahun dan Shinta berumur 26 tahun. Walaupun mereka tinggal bersama, hanya Siti yang sering di rumah pada sore hari. So, yang lebih akrab dan sering mengobrol dengan saya adalah Siti. Sampai pada siang hari itu seperti biasa saya baru saja pulang dari kampus dan menuju kos saya.
Kebetulan sekali sesampainya saya tiba di kos, saya menyempatkan untuk melihat ke dalam kamar Siti, saat itu ternyata Siti sedang tidur siang. udara di tempat kosku lumayan panas, pada saat itu Siti tidak menutup jendela dan ketika itu hanya mengenakan tanktop dan Hot Pant. Siti hanya memakai tanktop, pada saat itu terlihatlah belahan buah dada Siti.
Dibalik tanktop Siti aku melihat jelas benjolan puting buah dadanya, Siti tidak memakai Bra. saya lelaki normal, seketika aliran darahku terasa terpompa derasa dan kenjantananku sekejap menegang. Kalau boleh jujur nih, baru kali ini saya melihat tubuh wanita seindah tubuh Siti. Tapi sayang sekali, pada saat itu saya hanya bisa melihat tanpa bisa menyentuhnya.
Setelah beberapa menit saya puas memandangi keindahan tubuh Siti, kemudian saya-pun bergegas masuk ke kamar saya. Sesampainya dikamar, sayapun berimajinasi dan berharap bila saja saya bisa meraba buah dada dan paha mulus Siti pasti saya akan sangat bahagia. Singkat cerita, sekitar jam 15.00 saya-pun keluar dari kamar kos, kebetulan sekali saat itu saya melihat Siti sudah terbangun dan sedang duduk di depan kamarnya.
BACA JUGA:Tante Sifa Minta Dihamilin
ketika Siti duduk sendirian, kemudian saya-pun bergegas keluar dan mulai mengobrol dengan Siti, Kamar kos Siti isinya cukup lengkap, Televisi, DVD, dan bahkan kulkas. Dengan dalih mau nonton televisi saja ajak Siti untuk ngobrol di dalam saja.
Walaupun ngobrol, mata saya sekali-kali melirik ke badannya dan mengagumi tubuhnya. Kejantananku mengeras melihat itu dan saya-pun semakin gelisah Nampak Siti tahu kalau saya sedang gelisah melihat Siti, dan ketika itu Siti hanya tersenyum lalu berkata.
“Kenapa Ijal ?, Gak enak yah duduk di bawah ?”, Tanya Siti sambil senyum.
“Ah nggakpapa kok Siti, aku cuma kesemutan” Jawabku seenaknya sambil melirik ke arahnya.
“Panas ya udaranya. Lihat, bajuku aja sampek basah sama keringat”, katanya sambil menarik-narik bajunya.
“Saya mandi dulu yah, kamu mau ikut ga mandi bang Ijal ?”, Sambil tertawa dan menyubit pinggangku.
“Wah…Beneran nih Siti”, tantangku.
Siti cuma tertawa dan berlalu ke kamar mandi. Kamar kos kami masing-masing ada kamar mandinya dan juga ada di belakangku. Entah kenapa tiba-tiba DVD-nya menyala sendiri (ternyata remotenya kedudukan olehku) dan ternyata ada film di DVD-nya, dan itu film porno. Saya tonton film itu dan tanpa sepengetahuanku ternyata Siti sudah selesai mandi dan telah berdiri dibelakangku.
“Hayo nonton film porno ya”, katanya tiba-tiba membuatku kaget.
Saya menoleh dan oh god, Siti cuma menggunakan handuk saja. Tingginya yang 166 cm berkulit putih hanya menggunakan handuk sebatas dada dengan buah dadanya yang sedikit terlihat dan bawahnya beberapa centi saja dari letuk pantatnya yang bulat.
“Eh sorry Siti, ga sengaja. DVD nya nyala sendiri” Kata saya sambil mematikan DVD.
“Kok dimatiin, abis ini adegannya seru lohhh…” katanya sambil duduk di sebelahku dan menyalakan DVD lagi.
kejantananku yang sudah sejak siang tadi sudah menegang jadi semakin tegang sekarang, apalagi nonton DVD itu ditemani seorang Siti yang cantik di sebelahku dengan hanya menggunakan handuk.
“Tuh kan adegannya seru” katanya. saat itu di DVD tampak sang bintang wanita sedang merintih ketika kewanitaanya dijilati.
“Kalau dijilat gitu rasanya enak gak?” tanya saja.
Siti tersenyum saja menjawabnya.
“Udah jangan banyak tanya deh, liat dulu aja tuh adegan Filmnya”
Sekarang saya semakin gelisah dan kenjantananku semakin menegang. Siti tampak menikmati film itu dan nafasnya pun semakin berat mungkin ketika gairahnya yang mulai timbul sama dengan gairahku yang sudah timbul sejak siang tadi. Pelan-pelan saya mencium aroma wangi dari tubuh Siti yang segar setelah ia mandi. Dan saya pun mencium lehernya. Siti pun melegos.
“Kenapa Ijal?, kamu mau cium saya ya?”
“Saya dah gak kua Siti, boleh ya saya cium Siti?” Selingkuh Dengan Ofice Boy Kantor
“Kamu dan konak ya dari tadi”, katanya sambil meraba kejantananku dari luar. Pada saat itu saya hanya memakai celana pantai. Ketika itu saya hanya bisa terdiam daja dan terus mencium lehernya. Pelan-pelan tanganku menarik handuknya turun sehingga terlihat buah dadanya yang putih dan indah. Putingnya yang agak kecoklatan naik ketika kuraba lembut. Saya-pun segera melumat bibirnya sambil tanganku meraba buah dadanya. Siti pun membalas ciumanku dengan hangatnya.
“Ssss….ahhhh…Ouhhh…”, terdengar desisnya ketika mulutku meluncur turun dan mulai menciumi buah dadanya yang kira-kira berukuran 34B.
Tanganku pun makin sibuk melepas seluruh handuknya sehingga membuat jariku dapat dengan mudah menyelusup ke liang kewanitaanya.
“Sssss…aaaahhhh….terus Ijal”, desisnya semakin menjadi ketika tanganku mengelus klitorisnya.
Mulutku pun sibuk menciumi-kedua bukit kembarnya. Tangan Siti yang semula di samping perlahan naik ke kepalanya dan meremas rambutku. Genggamannya makin kuat seiring gerakan tanganku di kewanitaanya yang sudah mulai basah. Pelan-pelan mulutku mulai turun menciumi perutnya dan akhirnya sampai di liang kewanitaanya.
“Aaahhhhh. Ijal, enak Ijal” Siti menggelinjang hebat ketika lidahku menyapu habis klitorisnya.
Kewanitaanya yang sudah basah dengan lendirnya semakin basah oleh sapuan lidahku. Tangannya yang sudah bebas bergerak ke kejantananku dan mengocok kejantananku.
“Enak Siti” erangku menerima kocokan di kejantananku. Kejantananku semakin tegang dan mulai basah.
“Besar juga punyamu Ijal” Kata Siti di tengah racauannya.
Lidahku kewanitaannya dan kumasukan lidahku ke dalamnya.
“Ijal. Kamu nakal Ijal” racaunya dan badannya pun menggeliat hebat, kocokannya pada kejantananku-pun semakin cepat membuat ku terengah-engah.
Setelah 15 menit lidahku mengobok-obok Kewanitaan dan lubang kewanitaanya, tubuhnya Siti pun menegang disertai desahan kepuasannya. Siti klimaks dengan menjepit kepala saya di antara kedua paha putih mulusnya. Kocokan pada kejantananku pun melemah padahal saya sedang merasakan nikmatnya.
Celananya yang masih terpakai saya lepas dan kuarahkan batang kemaluanku ke mulut Siti. Siti pun menarik kejantananku. Tubuhkupun direbahkan sambil terus mengulum kejantananku. Makin lama kuluman Siti bertambah cepat membuatku merasakan nikmat yang belum kurasakannya sebelumnya.
Sambil menikmati kuluman Siti, saya melihat ke arahnya. Rambut hitamnya yang lebat menutupi sebagai besar wajahnya. Mata sesekali terpejam dan melirik nakal ke arahku sambil mengulum kejantananku dengan cepatnya. Saya-pun mengubah posisiku dan kembali meciumi bagian kewanitaannya dan melumat habis klitorisnya lagi. Siti pun mendesah dan makin cepat mengulum kejantananku sambil sesekali tangannya memainkan buah zakarku.
Cukup lama juga posisi 69 itu, sebab kenikmatan sama-sama kami rasakan. Hingga akhirnya Siti mengalami klimaks yang kedua kelianya dengan desahan puas yang cukup panjang dan melepas kulumannya.
“Ijal masukin kejantananmu dong Ijal, jangan buat saya tersiksa” racau Siti di antara desahannya.
Saya-pun mengatur posisi. Siti yang masih tidur terlentang dengan kaki menekuk membuka pahanya sehingga saya dapat melihat kewanitaan indahnya kuarahkan batang kemaluanku yang sudah membesar dan menegang ke lubang kewanitaannya. Pelan-pelan kumasukkan kepala kejantananku, kulihat Siti menggigit bibirnya ketika kejantananku masuk ke dalam kewanitaanya yang sempit.
Saya-pun merasakan kenikmatan yang baru kali itu kurasakan ketika seluruh batang kemaluanku tertanam di lubang kemaluannya, terjepit dan seperti dipijat. Saya-pun mengerakkan pantatku maju mundur sambil kulihat Siti memenjamkan mata dan mendesah. Tak alam Siti pun mengimbagi gerakkanku degnan sesekali menggoyangkan pinggulnya.
“Lebih cepat sedikit Ijal, ahhhh enak sekali”
Saya-pun mempercepat gerakanku. Siti pun melenguh dan mendesah, dan pinggulnya pun makin cepat bergerak.
“Terus Ijal”, katanya.
Desahannya membuatku semakin bernafsu dan saya-pun mencium bibirnya, lehernya dan belakang telingannya. Desahan dan nafasnya semakin tak beraturan.
“Terus Ijal, saya sebentar lagi sampai”. Gadis Kembang Desa Yang Direnggut Perawannya Oleh Rekannku
Saya-pun mempercepat gerakanku dan tak lama Kaki Siti yang melingkar di pinggangku menguat begitu juga pelukannya. Siti telah klimaks lagi. Leguhannya yang panjang membuatku semakin terangsang. Tetapi Siti mendorong tubuhku, badannya cukup lelah.
“Kamu masih belum keluar ya Ijal? Tanya Siti
Dia pun menarik kejantananku sambil dan kembali mengulumnya. Kulumannya kali ini pun cukup lama sambil tanganku memainkan klitorisnya. Setelah agak lama, Siti pun mengatur posisinya dan memeragakan gaya woman on top. Dia duduk di atas perutku sambil menggoyangkan pinggulnya dan sesekali memutarnya. Saya-pun mencoba bangkit saya tak tahan melihat buah dadanya yang putih. aya ingi sekali mencium dadanya dan perlahan naik ke lehernya dan belakang telingannya. Saya suka sekali mencium belakang telingannya, Siti selalu mendesah hebat kalau dibegitukan. Seiring dengan desahan dan gerakan tubuhnya yang semakin cepat saya-pun merasa saya akan mencapai puncak kenikmatanku. Desahan dan gerakannya makin cepat, akhirnya melemah diiringi desahannya yang panjang.
Saya-pun mencapai puncak kenikmatanku saat itu. Sambil mendesah Siti pun membaringkan tubuhnya ke kasur dengan posisi kejantananku masih ada di dalamnya. Saya-pun perlahan mencabut batang kemluan saya yang telah basah oleh cairannya dan cairanku sendiri. Kucium lagi bibirnya sambil kuucapkan terima kasih padanya.
“Makasih ya Siti, Ini pengalaman pertama saya, tapi saya puas dengan kamu”.
“Saya juga puas dengan kamu Ijal. Kamu hebat Ijal”.
“Saya juga Siti”, kata saya sambil mencium bibir lagi.
Sayapun berdiri dan mengenakan bajuku lagi. Siti pun memperhatikan kejantananku. Tapi itu tidak berlangsung lama padahal kejantananku sudah siap dan tegang lagi. Kemudian Siti berkata,
“Di simpan buat lain kali aja ya Ijal”, Katanya ketika nafasku mulai kembali tidak beraturan.
Saya-pun hanya tersenyum
“Masih ada lain kali ya Siti”
Singkat cerita Siti hanya tertawa dan kembali ke kamar mandi. Ternyata arti dari lain kali adalah keeseokan harinya. Semenjak kejadian itu hubugan kami-pun berlanjut, dan kami sering melakukan hubungan sex bila ada kesempatan. Sungguh tidak saya sangka saya bisa berhubungan intim dengan wanita cantik yang belum lama saya kenal, selesai.