Pengalaman ku Diperkosa Dukun Cabul

Cerita ini bermula ketika aku punya masalah serius dengan calon suamiku lalu aku pergi ke tempat dukun untuk mencari solusi. Silahkan simak cerita selengkapnya..
Siska tidak bisa menerima sikap dan tindakan Putra akhir-akhir ini yang ia lihat sudah melupakan dan membiarkan keluarganya. Tindakan ini dilihat Siska saat Putra akan pergi ke luar kota untuk meninjau perusahaannya di kota lain. Siska menduga pasti Putra telah melakukan suatu perselingkuhan dan menyeleweng dikarenakan Putra tidak lagi memberikan nafkah batin untuk Siska, sedangkan Putra selalu pergi ke luar kota setiap minggu dengan begitu hubungan seks-nya dengan istrinya pasti tersalur, sedang saat ini Putra telah lupa akan kewajibannya. Siapa wanita yang telah merebut Putra dari tangannya, Siska tidak mengetahui. Oleh sebab itu Siska sering merenung dan berpikir apakah selama ini ia tidak melayani kebutuhan dan kesenangan calon suaminya, namun semua itu ia rasa tidak mungkin dan sepengetahuannya ia selalu melayani dan melaksanakan kesenangan dan kesukaan calon suaminya. Sedang kalau ia lihat bentuk tubuhnya yang mungkin telah berubah? namun ia sadari tidak mungkin! juga, Siska menyadari ia dan Putra telah berumah tangga kurang lebih 6 tahun dan dikaruniai 2 orang anak yang paling besar berumur 5 tahun, mustahil bentuk tubuhnya akan menyebabkan Putra berpaling.
Di depan cermin sering Siska mengamati tubuhnya, ia pun rajin senam dan melangsingkan tubuhnya, namun apa gerangan Putra berubah dan tidak mau menjamahnya? Secara fisik Siska memang seorang ibu rumah tangga yang telah beranak dua, namun jika melihat tubuh dan kulitnya banyak membuat gadis yang iri karena bentuk tubuhnya amat serasi dan menggiurkan setiap lelaki yang menatapnya. Umur Siska baru 32 tahun, di saat itu ia butuh pelampiasan birahi jika malam hari menjelang, namun sikap Putra telah membuatnya menjadi tidak percaya diri. Atas saran teman karibnya yang juga ibu rumah tangga dan wanita karir, maka Siska disarankan untuk meminta tolong pada seorang dukun sakti yang bisa mengembalikan calon suami dan membuat Putra bertekuk lutut kembali. Ini telah lama di coba Indri, dulunya calon suaminya ! juga menyeleweng. Namun atas bantuan dukun itu calon suaminya telah melupakan wanita simpanannya.
Dengan saran dan nasehat dari karibnya itu Siska memberanikan diri untuk datang ke tempat dukun itu walaupun jaraknya agak jauh kurang lebih 2 jam perjalanan dengan mobilnya. Dengan bantuan Indri, Siska mengemudikan Balenonya ke tempat dukun itu. Mereka berangkat pagi harinya. Sesampai di gubuk dukun yang memang terpencil di sebuah kampung itu, Siska memarkirkan mobilnya di samping gubuk itu. Lalu Indri mengetuk pintu gubuk itu dan dengan adanya sahutan dari dalam mempersilakan mereka berdua masuk, di dalam telah ada dukun itu yang duduk dengan sambil menghisap rokoknya.
“Ooo… Bu Indri? ada apa Bu? ada yang bisa saya bantu?” dukun itu berbasa basi.
“Eee… ini Mbah, teman saya ini ada masalah dengan calon suaminya, namun ia ingin calon suaminya seperti sedia kala lagi…” jawab Indri.
Lalu Indri memperkenalkan sang dukun yang bernama Mbah Dudu itu kepada Siska. Sambil berjabat tangan Mbah ! Dudu mempersilakan kedua wanita itu untuk duduk bersila di lantai gubuknya itu. Sepintas Siska merasa agak risih dari mulai ia memasuki gubuk itu. Ada perasaan tidak enak namun karena keinginannya mengembalikan calon suaminya ia tidak mengambil pusing semuanya. Tanpa ia sadari dari saat ia masuk dan bersalaman dengan Siska mata mbah dukun itu tidak henti-hentinya memandang ke arah Siska. Lalu ia memanggil Siska untuk maju selangkah ke arahnya, dan Siska diperintahkan untuk memasukkan tangannya ke dalam wajan yang berisi air kembang, lalu Mbah Dudu membakar menyan dan membaca mantranya.
Tidak berapa lama kemudian ia buka matanya dan berkata bahwa mata hati calon suaminya telah dipengaruhi oleh wanita simpanan Putra dan membuat Putra melupakan keluarganya. Atas saran mbah dukun supaya Putra kembali maka Siska harus memakai jimat yang akan dibuatkannya, asal Siska mau menjalani syarat-syaratnya dan itu semua terpulang kepada Siska. Karena besarnya keinginan agar Putra kembali, maka Siska menyanggu! pi segala syarat-syaratnya. Setelah itu sang dukun berkata bahwa besoknya Siska akan mendapatkan jimat itu dan akan dipasangkan ke tubuh Siska dan akan dibuatkan malam ini. Mbah Dudu adalah lelaki asal Nias yang telah lama memiliki ilmu yang amat sakti. Tidak sedikit orang yang telah dibantunya. Mbah Dudu tinggal seorang diri di gubuk itu dan tidak memiliki istri. Umurnya telah beranjak tua yaitu 70 tahun namun fisik dan sosoknya tidak menggambarkan ketuaan. Selanjutnya Siska minta diri dan menitipkan amlop untuk memenuhi syarat-syaratnya, dan berjanji besok akan datang. Lalu Indri minta diri kepada Mbah Dudu, lalu mereka pulang ke rumah dan besok Siska harus mengambil jimatnya.
Besok hari yang telah ditentukan, Siska minta Indri membantu menemaninya ke tempat dukun itu, namun karena adanya kesibukan di kantornya maka Indri tidak dapat menemani. Dan berangkatlah Siska mengendarai Balenonya seorang diri ke tempat dukun itu. Lebih kurang 1,5 jam perjalanan Siska, sampailah di gubuk! itu dan memarkirkan mobilnya di samping gubuk, sedangkan hari saat itu telah mendung dan berangin sepertinya hari akan hujan. Lalu Siska mengetuk pintu gubuk dan kemudian pintu itu dibuka Dudu dari dalam dan mempersilakan masuk. Lalu Siska masuk ke gubuk dan duduk di lantai. Lalu Mbah Dudu meminta Siska untuk langsung ke depan dan menerima saran dan cara-cara memakai jimat itu. Siska diharuskan untuk berbaring dan memakai kain sarung lalu menelentangkan diri, karena jimat itu akan dipasangkan pada tubuh Siska yang biasa di sentuh calon suaminya. Lalu Siska minta ijin untuk memakai sarung yang dipinjamkan sang dukun di kamar yang telah tersedia.
Dalam kamar itu, hanya ada satu dipan kayu yang telah lama dan saat itu Siska membuka seluruh pakaianya, sedang BH dan CD-nya tetap terpasang pada tubuhnya. Sesaat kemudian sang dukun memasuki kamar itu dan minta Siska berbaring di dipan itu. Siska menuruti kata dukun itu, lalu Mbah Dudu memulai melakukan aktifitasnya dengan memasangkan cairan! jimat itu mula-mula ke kulit muka Siska lalu turun ke leher jenjang dan ke dada yang masih tertutup BH. Sesampai pada dada Siska sang dukun menyadari adanya getaran birahinya mulai datang dan lalu di sekitar dada Siska ia oleskan cairan itu, tangan sang dukun masuk ke dalam dada yang terbungkus BH. Di dalam BH itu tangan Dudu memilin dan memilintir puting susu Siska, dengan cara itu Siska secara naluri seksnya terbangkit dan membiarkan tindakan sang dukun yang memang kelewatan dari tugasnya itu, Siska hanya diam. Lalu sang dukun membuka pengait BH Siska dan melemparkan BH itu ke sudut kaki dipan itu dan terpampanglah sepasang dada montok yang putih mulus kemerahan karena gairah yang dipancing Mbah Dudu itu.
Di sekitar dada itu sang dukun mengoleskan jimatnya berulang-ulang sampai Siska merasa tidak kuat menahan nafsunya. Lalu sang dukun tangannya turun ke perut dan ke selangkangan Siska. Di situ tangan sang dukun memasuki selangkangan Siska, tindakan ini membuat Siska protes,
! “Jangan! saya mau diapakan Mbah?” tanyanya.
“Ooo… ini adalah pengobatannya, Indri pun dulunya begini juga,” jawab mbah dukun sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak menahan gejolak nafsu. Di lubang kemaluan Siska, jari tangan sang dukun terus mengorek-ngorek isi kemaluan Siska sehingga Siska merasakan ia akan menumpahkan air surgawinya saat itu. Sambil membuka kain sarung yang melilit tubuh Siska sang dukun lalu menurunkan CD yang menutup lubang kemaluan Siska itu. Lalu ia letakkan CD Siska di samping dipan yang beralaskan bludu usang itu. Sesaat kemudian Siska telah telanjang bulat dan jari tangan sang dukun tidak henti-hentinya beraksi di sekitar daerah sensitif tubuh Siska. Sedang jimatnya telah dioleskan pada seluruh bagian-bagian tubuh Siska.
Lalu tibalah saat untuk memasukkan keampuhan jimatnya, maka sang dukun minta kepada Siska untuk mau bersengggama karena jimat itu tidak akan bisa dipakai jika Siska tidak melakukan senggama dengan dukun itu. Karena Siska telah mera! sa kepalang basah dan ingin niatnya kesampaian maka ia ijinkan sang dukun melakukan persenggamaan. Lalu tangan sang dukun membuka paha Siska yang mulus terawat itu. Lalu ia buka lubang kemaluan Siska dengan tangannya dan memainkan klitoris Siska dan kembali Siska histeris ingin dituntaskan nafsu yang telah sampai di kepalanya, ditambah telah beberapa bulan tidak berhubungan seks dengan calon suaminya. Mbah dukun yang telah sama-sama-sama bugil dengan Siska lalu memasukkan batang kemaluannya yang cukup besar itu dan kuat ke dalam lubang kemaluan Siska yang telah dibasahi air kewanitaan Siska yang tampaknya siap untuk melakukan penetrasi ke dalam lubang kemaluan yang telah basah itu. Setelah dipaksakan agak keras lalu batang kemaluan yang tegak menantang masuk seluruhnya ke dalam lubang kemaluan Siska, dan Mbah Dudu melakukan gerakan maju mundur, sedang tangannya tidak henti-hentinya memilin dan menekan pinggul padat Siska itu. Buah dada Siska tidak luput dari jelajahan tangan sang dukun.
Lebih kurang 30 menit lubang kemaluan Siska digenjot dengan paksa lalu sang dukun barulah sampai klimaks dengan menumpahkan air maninya ke dalam lubang kemaluan itu sebanyak-banyaknya. Sedangkan air yang keluar dari lubang kemaluan Siska itu ia oleskan ke lidah Siska untuk kasiat bahwa Siska tidak bisa dilupakan calon suaminya. Dalam persenggamaan itu Siska sempat orgasme 3 kali, itu pun saat ia terengah-engah di saat batang kemaluan sang dukun mengaduk-aduk isi kemaluanya tadi. Sejam kemudian barulah permainan itu selesai setelah sang dukun minta permainan dilakukan 2 kali. Setelah itu Siska minta diri pulang dan membawa yang akan ia pakaikan di rumahnya saat mandi. Mbah dukun mengatakan ada jimat yang akan dipasang di dalam kamar Siska namun belum siap, dan mbah dukun berjanji akan mengantarkannya ke rumah Siska 2 hari lagi. Riska Pembantu Rumah Tangga Ku Yang Muda Dan Nakal
Tepat 2 hari kemudian sang dukun mendatangi rumah Siska yang megah. Saat itu calon suami Siska belum pulang dari luar kota dan di rumah saat itu hanya ada ia dan seo! rang pembantunya yang sedang menjaga anak-anaknya. Sang dukun berkata, “Bu Siska, jimat ini akan saya pasangkan pada kamar Ibu nanti malam,” sedangkan Siska merasa khawatir, bagaimana jika calon suaminya pulang. Namun karena kesaktiannya, sang dukun berkata, “Bu Siska nggak usah khawatir, calon suami Ibu pulang lusa, sedang ia sekarang menurut penglihatan saya sedang di Lampung,” kata sang dukun. Lalu bagaimana ia menerangkan kepada pembantunya karena adanya kehadiran dukun tua itu? Lalu ia hanya berkata bahwa familinya dari kampung dan menumpang barang 1 hari di rumahnya. Lalu Siska mempersilakan sang dukun untuk istirahat di sebuah kamar yang memang diperuntukkan untuk tamu. Lalu sang dukun memasuki kamar yang telah disediakan. Mencicipi Perawan Murid Ibuku
Malam harinya saat akan memasangkan jimat di kamar Siska, dilakukan pada pukul 9.00 malam, sedang pembantunya telah tidur di kamar belakang, tempat kamar tidur pembantu memang jauh di belakang dan tidak mengganggu ke rumah induk tempat kamar Siska berada. Di dal! am kamar itu sang dukun melakukan ritualnya dengan membaca mantera, lalu ia membakar menyan, sedang Siska duduk diam melihat apa yang dilakukan sang dukun dari atas tempat tidurnya. Lalu sang dukun berkata, “Sebaiknya jimat ini kita pasangkan pada saat tepat jam 12.00 malam nanti, berarti masih ada waktu 3 jam lagi, Bu Siska…” katanya. “Sekarang sebaiknya kita ngomong-ngomong saja dulu menunggu waktu,” kata sang dukun. “Baiklah Mbah,” lalu Siska mempersilakan sang dukun keluar kamar. Bagaimanapun ia merasa berat hati untuk membawa dukun itu ke dalam kamar pribadinya. Sang dukun berkata, “Tidak usah keluar… Bu Siska… di sini saja.” Lalu sang dukun berdiri dari duduknya dan menuju ke arah Siska duduk dan mbah dukun itu juga duduk di samping Siska. Lalu tangannya menggapai tangan Siska dan berkata, “Sebaiknya kita berdua melakukan seperti saat Ibu di gubuk saya, sebab jika tidak para jin yang membantu saya akan lari dan tidak mau menolong Ibu,” kata mbah dukun. Siska hanya bergidik! , bulu kuduknya merinding. Haruskah ia mengulangi kesalahan saat ia harus bersenggama dengan dukun itu di gubuknya? Namun karena adanya pengaruh dan keinginan Siska maka ia biarkan sang dukun mengulangi perbuatan maksiat itu di kamarnya, saat itu Siska memang merasa menjadi seorang wanita sempurna karena ia telah mendapatkan siraman batin dari dukun tua itu meskipun tidak ia dapatkan dari calon suaminya.
Lebih kurang 2 jam mereka berdua mengayuh samudera kenikmatan bersama sang dukun dan membuat Siska orgasme berulang-ulang dan membuat lubang kemaluannya sampai lecet karena kebuasan batang kemaluan dukun yang sangat besar itu. Lalu tepat pada jam 12 malam barulah jimat itu terpasang pada bawah ranjang Siska dan menjelang pagi mereka terus melakukan hubungan seksual dengan menggebu-gebu. Lalu Siska tertidur dan tidak menyadari hari telah pagi dan sang dukun telah pergi, sedang Siska merasa tubuhnya pegal-pegal dan tulangnya serasa mau lolos. Sejak saat itu memang jimat pemberian san! g dukun ada perubahan pada diri calon suami Siska dan ia sangat berterima kasih dan lalu ia mendatangi sang dukun. Sedang sang dukun cuma minta Siska tidak melupakannya, dengan cara Siska harus 2 kali dalam sebulan datang untuk memberikan jatah hubungan seks kepada sang dukun seperti Indri juga melakukan hal yang sama. Memang setelah itu Siska selalu rajin mendatangi sang dukun dan terkadang sang dukun yang datang ke rumah Siska untuk minta jatah senggamanya. Memang sebagai dukun ilmu hitam, Mbah Dudu harus mensenggamai pasiennya, karena dengan demikian si pasien akan mampu disembuhkan dan ilmu sang dukun dapat dipelihara.