Aku Jadi Bahan Nafsu Supirku Saat Rumah Sedang Sepi

Perkenalkan namaku Anjeli, kini usiaku menjelang 24 tahun Selama ini saya dan Mang Heru sudah lama tidak melakukan belaian seperti dulu, mungkin 10 bulan lamanya sejak Abdi keponakan mang Heru merengut kegadisanku…dan tanpa saya sadari ternyata setelah kepulangan Abdi ke kampungnya Subang, dia (Abdi)telah menceritakan kisahnya sama mang Heru pamannya itu yang sampe saat ini kembali kerja sebagai sopir keluarga Kami.
Hingga suatu saat Mang Heru bertanya seperti ini kepadaku “Neng Anjeli kenapa melakukannya sama keponakan mamang??” Kontan saja saat mang Heru Tanya itu saya kaget sekali, saya pikir Abdi akan diam seribu bahasa, tapi kenyataannya Abdi malah cerita ke pamannya itu, dan saya malu sekali mendengarnya langsung dari pertanyaan Mang Heru, padahal beberapa bulan lalu atau mungkin satu tahun lalu Mang Heru hanya membelai-belai daerah sensitifku dan tidak berani untuk membobol keperawananku yang ternyata keperawananku hancur oleh keponakannya sendiri.
Saat itu saya hanya tertunduk malu ketika Mang Heru Tanya masalah itu ke saya yang kira-kira pada awal bulan September 2015, yang sudah hampir 2 bulan sejak Abdi membobol keperawananku saya tidak pernah bermain belaian seks sama siapapun termasuk Mang Heru, karena sejak saya berhubungan badan untuk pertama kalinya itu saya anggap itu yang terakhir kali melakukannya (malah saya sempat bersumpah untuk tidak melakukan kegiatan seks sekecil apapun), tapi terus terang saja kalo saya betul-betul tersiksa dengan gejolak seks yang sudah saya tahan sejak 10 bulan lalu.
Dan ternyata Mang Heru mengungkit lagi maslaah itu sehingga terlintas lagi bayangan seks di pikiranku ketika mang Heru bertanya tentang hubungan seks ku dengan keponakannya. Saat mang Heru Tanya itu saya lagi nonton tivi di ruangan bawah, pagi jam 10 dan seperti biasa di rumah sepi karena ortu pada kerja dan adikku sekolah.
Saya masih ingat betul saat itu tanggal 4 September 2015. Saa jawab saat itu begini “ah Mang Heru…udah ah jangan Tanya masalah itu lagi, Anjel jadi malu dengernya…” begitu kira-kira jawabku saat itu…lalu mang Heru tersenyum sambil agak mendekatkan wajahnya ke arahku yang saat itu sedang tiduran di sofa depan tivi dan ngomong seperti ini “dulu neng Anjeli suka diusap sama mamang… kalo mamang ngajak Neng Anjeli lagi usap-usapan lagi kira-kira neng Anjeli mau ga??”
Saya tentu saja menggeleng sambil menyuruh mang Heru meninggalkan ruangan keluarga “udah mang jangan ganggu Anjeli deh…mending Mamang ke dapur aja gih!!!” kataku setengah menghardik saat itu. karena jenuh nonton tivi saya kepengen mandi pagi saat itu yang kebetulan ada kuliah jam 12 dan langsung menuju kamar mandi dan setelah selesai keramas saya langsung menuju ke atas kamarku sambil pake daster dan di kamar saya langsung pasang hair dryer untuk keringin rambut sambil terlihat pintu kamarku setengah terbuka karena aku anggap ga ada siapa-siapa diatas aku membuka daster yang kebetulan tidak memakai cd dan bh jadi langsung aku buka saat itu dan ternyata mang Heru mengintip kegiatanku membuka daster yang sudah pasti saat itu saya telanjang bulat.
Saya lihat dari cermin kamar bayangan Mang Heru sedang menyapu tapi tatapannya ke arah tubuhku saya memekik kaget dan menutup kamar dan ternyata Mang Heru malah lebih nekat memasuki kamarku yang kebetulan ga ada kuncinya itu saya menutup dadaku dengan tanganku saat itu dan memohon ke mang Heru untuk meninggalkan kamarku saat itu eh dia malah tersenyum sambil bilang gini “neng Anjeli kenapa jadi penakut begitu padahal beberapa waktu lalu Neng Anjeli meminta mamang untuk mengusap-ngusap neng Anjeli, mamang kepengen merasakan seperti yang Abdi rasakan waktu itu boleh kan, dijamin mamang ga akan melakukannya dengan kasar kok “begitulah katanya dengan tetap melihat bagian tubuhku yang vital, saat itu saya hanya menutup pake tangan kemaluan ku dan dadaku dan tentu saja bagian-bagian tubuhku yang lain terlihat jelas putih dan mulus.
Saat itu Mang Heru makin berani mendekatiku sambil mendesakku ke arah dinding kamarku yang membuat saya semakin ketakutan karena saat itu saya berjanji ga akan melanggar sumpahku untuk tidak melakukan kegiatan seks dengan siapapun walau beberapa bulan lalu saya sempet minta di usap-usap sama mang Heru.
O ya saat itu saya masih tetep single ga punya pacar karena takut sama mama kalo punya pacar, dan setelah mang Heru semakin mendesak ke arah dinding semakin dekat pula hembusan nafasnya di wajahku dan dia mulai membelai rambutku sambil saya memohon ke dia untuk tidak meneruskan aksinya sampai saya bilang begini” mamang jangan teruskan, Anjeli udah janji ga akan lagi seperti dulu-dulu saat sama mamang karena Anjeli takut ketagihan mang, tolong mang hentikan…”
Sambil sedikit demi sedikit berjongkok sambil tetap tanganku menutup aurat yaitu dada dan kemaluan ku dengan keadaan telanjang saat itu, eh mang Heru malah bilang gini” enang neng Anjeli mamang pasti akan lembut melakukannya Neng….soalnya mamang lihat akhir-akhir ini neng Anjeli sering melamun dan semakin hari neng Anjeli semakin membuat mamang jatuh cinta dengan kemulusan dan kecantikan neng Anjeli, apalagi disaat neng Anjeli dibalut handuk, aduh mamang mah ga kuat melihatnya juga neng…
Bea sekali dengan beberapa bulan lalu neng….saat ini neng Anjeli semakin kelihatan cantiknya “katanya dengan logat sunda merayu dan saat saya berjongkok begitu saya memejamkan mata saat dia mulai elus-elus rambut, pipi dan kelopak mata saya yang saat itu agak sedikit air mata, dan tangannya terhenti di telinga dan usap-usap di telinga sambil sesekali melebar usapannya ke leher yang lambat laun merangsang gairah seksku yang saat itu sudah tidak mens lagi sejak 3 hari.
Saya pun terdiam disaat mamang ikut jongkok dan membelai tangan yang menutup bagian dada, sambil tetep memejamkan mata ini, dan mamang membukakan tangan ini dari dada dan anehnya saya pun menurut saat itu ketika dadaku mulai terbuka karena mamang menyibakkan tangan yang menghalangi dada ini.
Lalu dia menaruh tangan kiri saya ke bawah sehingga di posisi jongkok itu dia bisa secara jelas melihat dadaku kiri dan kanan yang mancung, dan mamang pun mulai membelai dada ini saat itu sambil tetep kami berjongkok berdua dan sesekali dia melihat ke arah kemaluan ku yang masih ku tutup dengan tangan kananku dan tangannya menyibakan tangan kanan ku yang saat itu menghalangi kemaluan ku dan sayapun seperti dihipnotis menurut dengan lemah saya turunkan tangan kananku.
Saat itu sehingga posisiku waktu itu berjongkok bersandar ke dinding kamar dan tanganku dua-duanya saya turunkan ke bawah yang tentu saja dengan leluasa Mang Heru melihat pemandangan indah yang akhir-akhir ini ngga pernah lagi dinikmatinya seperti dulu.
Dan setelah mang Heru mulai menyentuh kemaluan ku dengan posisi berjongkok itu sayapun ikut hanyut menikmatinya karena sudah lama sekali saya tidak melakukannya sejak 10 bulan lalu berhubungan badan pertama kali dengan keponakannya Abdi. Saya memejamkan mata dan mencoba menikmati suasana itu sambil sesekali tak sadar mengeluarkan suara desahan yang mungkin membuat mang Heru tambah bernafsu saja saat itu. Lalu dia mencoba memangku tubuhku saat itu ke atas ranjangku dan anehnya saya mengulurkan tangan saat itu seperti memberi akses kepadanya untuk lebih jauh lagi melakukan kenikmatan.
Saat itu saya betul-betul hanyut dengan sentuhannya dan melihat jam di dinding kamarku sudah jam 12 siang, artinya saya harus kuliah tapi ga kepikir untuk bersiap-siap kuliah hanya perasaan nikmat yang ada dipikiranku saat mang Heru mengangkat tubuhku ke atas kasur…dan adegan berikutnya mang Heru membuka ghespernya yang usang itu lalu pelan-pelan sekali membuka celananya sendiri yang ternyata dia ga pake celana kolor lagi saat itu dan terlihatlah kemaluan nya yang menegang kalo dibandingkan dengan burung keponakan nya lebih kecil diameternya tapi lebih putih warnanya…
Sambil membuka celananya itu dia masih tetap memakai kemeja lusuhnya dan meminta saya untuk mengusap kemaluan yang tegang itu. Saya pun dengan pelan-pelan meraih kemaluan mang Heru yang hangat dan berdenyut lalu perlahan mengocoknya seperti yang pernah saya lakukan setahun lalu di mobilku bersamanya.
Dia dengan posisi berlutut merem melek ketika saya mengocoknya perlahan sementara saya hanya berbaring saja di kasur dengan posisi tidur terlentang dan sesekali dia melihat ke arahku dan tak lama dia meraih buah dadaku yang putih mulus, memang dadaku ini sedang untuk ukuran cewe hanya 34b nomor bh ku tapi mancung, putih dan mulus tanpa cacat, mungkin itu yang membuat mang Heru tergila-gila.
Lalu kemudian dia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan berusaha mencium bibirku tapi aku menolaknya dengan menggelengkan kepala di bantal saat itu dan dia hanya menciumi kening leher dan dadaku lalu ciumannya ke perut dan berakhir di kemaluan ku yang sudah basah sekali …ah nikmat sekali rasanya… saya menolak diciumnya karena mang Heru perokok jadi bau sekali nafasnya dengan bau rokok cerutu kebiasaannya. Tapi saat dia berlama-lama cium daerah kemaluan ku saya betul-betul di awang-awang dan mengejang seperti ingin pipis tapi nikmat sekali.
Setelah saya orgasme dan tubuhku bersimbah keringat dia menghentikan kegiatannya, lalu Tanya gini ke saya”neng Anjeli….kalau burungnya mamang dimasukin ke itu nya neng Anjeli…boleh ga??”katanya lembut Saya hanya menganguk saat itu lalu dia bilang lagi”tapi neng Anjeli istirahat saja dulu…mamang liat neng Anjeli kepanasan” Saya menganguk saat itu, memang cuaca di atas sini panas sekali kalo siang-siang apalagi jam 12-an.
Tak lama 15 menit kemudian mang Heru membawakan air putih dingin dari bawah dengan hanya pake baju kemeja lusuhnya saja dan terlihat burungnya mengecil Lalu setelah saya meminumnya dia Tanya begini”neng Anjeli saat itu pernah mengulum burung nya Abdi ngga?”tanyanya polos,aku pikir saat itu “dasar dari kampung,polos banget pertanyaannya” lalu menggeleng jujur…dan dia tersenyum seakan dia ingin dikulum burungnya.
Dan setelah saya menaruh gelas di meja dia naik lagi ke kasur kamarku dan mulai membelai dadaku lagi….saya kemudian berbaring lagi memejamkan mata dan mulai menikmati sentuhannya lagi sambil agak mengangkat kaki kiriku saat itu saya mengerang dan mendesah saking nikmatnya dan burung mang Heru terlihat berdiri lagi dan mendekatkannya ke arah mulutku saya sempet menggeleng tapi dia setengah memaksa mendekatkan kemaluan nya ke arah bibirku. Bercinta Dengan Manager Pak Wijaya Di Apartemen Mewahnya
Sekilas tercium bau keringat di sekitar kemaluan nya dan saya berusaha untuk tidak menghirupnya dan mencoba membuka mulut ini saat mamang menyodorkan kemaluan yang diameternya lebar itu dan saat saya mulai menyentuhkan lidah ke liang penisnya terasa asin dan aneh lalu lambat laun saya memasukan agak lebih dalam ke mulutku…dan itu adalah kemaluan laki-laki ke dua yang aku kulum setelah kemaluan Abdi keponakannya beberapa waktu lalu.
Agak lama saya memaju mundurkan kepalaku saat mengulum kemaluan mang Heru di mulutku saat itu dan terasa pegal mulutku saat itu dan akhirnya sekitar 15 menit kemudian keluarlah air kental berasa aneh dari kemaluan nya yaitu sperma mang Heru muncrat tepat di mulutku yang mungkin setengahnya termakan olehku saat itu, saya sempat tersedak dan mau muntah tapi ditutupkan mulutku ini sama mang Heru waktu itu, sehingga termakan hampir seluruhnya sperma nya itu.
Setelah itu dia mencoba menjilati kemaluan ku yang basah sambil sesekali tangannya aktif membelai dadaku dua-duanya lama sekali sehingga saya merasakan orgasme ke 2.
Setelah kami istirahat ¹½ jam sambil sesekali bercerita dengannya, kami mulai melakukan kegiatan lagi yang ketiga kalinya saya liat jam 2 siang artinya saya ga kuliah hari itu, sementara ortuku sama ade ku ada di rumah tepat jam 6 sore.
Saat itu sempet terpikir olehku kalo mang Heru ini ingin mencicipi tubuhku seperti keponakannya membobol keperawananku. Tapi saya ga peduli saat itu yang ada hanyalah kenikmatan demi kenikamatn saat itu yang kami lakukan berdua, betul-betul hari yang melelahkan sekaligus mengasikan.
Saat kegiatan yang ke 3 ini kami mulai belai satu sama lain dia belai dada kemaluan paha dan punggung, sementara saya belai penis dada dan sesekali wajahnya dan saat itu kami sempet berciuman bibir rasanya aneh sekali, mang Heru yang usianya 50 tahunan menciumi bibir mungilku yang merah ini tapi saat bermain lidah itu enak rasanya dan saat itulah mang Heru mengarahkan penisnya ke kemaluan ku.
Mamang terlihat hati-hati dan pelan-pelan memasukannya karena masih sempit dan terasa perih beberapa kali ga berhasil masuk tapi setelah dengan sabar dia mangarahkannya dan saya Bantu dengan mengarahkan penisnya ke kemaluan ku akhirnya masuk juga walau agak sedikit nyeri (maklum saya hanya dua kali melakukannya lagi pula rentang waktu 10 bulan cukup lama) yang pada akhirnya saya merasakan nikmat tiada tara yang lebih nikmat melakukannya dibanding dengan keponakannya itu. Aku Jadi Tumbal Suamiku Karena Terlilit Hutang
Setelah sekian lama kami bersenggama akhirnya saya berteriak”ahhhhhhh…….mmmmaaammaaaang Anjelllll kellluaaarrrrr”maka saya pun orgasme untuk ke 3 kalinya sementara mang Heru terlihat blum keluar dan dia mencabut kemaluan nya dan menyuruh saya mengulumnya kali itu agak lama saya mengulumnya dan terasa pegal mulut ini hampir 1½ jam akhirnya keluar juga spermanya….
Dan kami masing-masing berpakaian setelah terlihat jam dinding sudah jam 4 sore…… Sejak saat itu sampe sekarang kami sering melakukan hubungan badan ini yaitu dengan mencuri-curi kesempatan di saat rumah sepi.