Kisah Fantasi Ku Bercinta Sambil Liat Film Bokep
Cerita Sex – Awal kisah ini bermula saat Sela, adikku yang paling bungsu, akan mengerjakan tugas kelompok dengan teman-teman kampusnya di rumah. Sela memang dikaruniai wajah yang cantik ditambah dengan dandanannya yang modis, sehingga tidak heran banyak teman-teman kampusnya yang naksir kepadanya, walaupun mereka tau kalau saat ini Sela sudah memiliki pacar. Hari itu aku yang sedang libur kerja bersantai-santai di rumah sambil bermain Handphone.
Saat itu seluruh keluargaku, kecuali Sela, sedang pergi ke Mal untuk membeli keperluan bulanan. Aku tidak berminat ikut dengan mereka kaPutri sekarang sedang tanggal tua. “Teh, Sela keluar sebentar ya! Mau ke rumah teman dulu. Nanti kalau ada telepon dari teman Sela yang namanya Budi, suruh langsung datang ke rumah aja. Dia mau ngerjain tugas kampus bareng Sela…” kata Sela yang sudah terlihat siap mau pergi. “Ok deh adikku yang cantik…!” candaku. “Makasih ya Teh…” jawab Sela sambil tersenyum kemudian bergegas pergi. Tidak lama setelah Sela pergi, telepon rumah berdering. Ketika aku angkat ternyata dari salah satu teman Sela yang bernama Budi. Sesuai pesan Sela, maka aku menyuruh Budi untuk langsung datang saja ke rumah.
Sekitar 20 menit kemudian, kudengar ada suara ketokan di pagar depan rumahku. Setelah aku membuka pintu rumah untuk melihat siapa yang datang, ternyata ada 3 orang anak muda sedang berdiri di depan pagar rumahku. “Maaf, mau nyari siapa ya?” tanyaku. “Saya Budi, temen kampusnya Sela. Selanya ada Kak?” jawab salah satu dari mereka. Ternyata Budi tidak datang sendirian, melainkan dengan dua orang yang kemudian aku tau mereka juga teman kelompoknya Sela. “Sela masih di rumah temannya. Tunggu di dalam aja yah, mungkin sebentar lagi Sela pulang…” kataku mempersilahkan masuk. “Makasih Kak…” sahut mereka hampir bersamaan. “Dasar Sela! Temannya kok cowok semua sih…” gumamku pelan saat mereka sedang membuka pintu pagar. Setelah berkenalan, aku baru tau nama dua orang teman Sela yang lain, yaitu Angga dan Andre.
Secara fisik, mereka berwajah biasa-biasa saja. Budi berkulit sawo matang, kurus, berambut cepak dan dekil. Sedangkan Angga dan Andre tidak jauh berbeda dengan Budi, tapi mereka berkulit lebih hitam, keduanya berambut keriting. Menurutku mereka semua lebih mirip berandalan daripada mahasiswa. Walaupun aku tidak pilih-pilih dalam berteman, tapi aku jadi merasa risih dengan penampilan mereka. “Kok Sela mau sih berteman dengan mereka…” pikirku dalam hati. Sekedar berbasa-basi, aku menemani mereka ngobrol di ruang tamu. Pada awalnya obrolan kami hanya di sekitar kegiatan kampus mereka saja. Hari itu aku memakai kaos longgar warna krem tanpa bra dengan bawahan celana pendek ketat warna putih. Selagi mengobrol, terkadang aku menangkap mata mereka melirik ke arah dada dan pahaku.
Tapi kak Putri mereka adalah teman-teman adikku, maka aku berpikiran positif saja. Apalagi usia mereka juga baru 18 tahunan, jadi masih anak kecil menurutku. “Kok kakak nggak ikut pergi sama keluarga? Gak bosen di rumah sedirian…?” tanya Andre. “Kakak lagi malas ikut. Lagian banyak godaan kalo liat barang-barang bagus. Kakak takut boros nih…” candaku. “Emang Kak Putri ngapain aja kalo lagi sendirian gini? Nggak takut ada orang masuk apa? Untung aja kami dateng ya. Jadi bisa jagain Kak Putri deh…” kata Budi bercanda. Aku menjawab dengan sedikit menggoda “Bener nih mau jagain kakak? Ya udah kalo gitu temenin kakak aja ya sampai Sela pulang…”
Tapi kak Putri mereka adalah teman-teman adikku, maka aku berpikiran positif saja. Apalagi usia mereka juga baru 18 tahunan, jadi masih anak kecil menurutku. “Kok kakak nggak ikut pergi sama keluarga? Gak bosen di rumah sedirian…?” tanya Andre. “Kakak lagi malas ikut. Lagian banyak godaan kalo liat barang-barang bagus. Kakak takut boros nih…” candaku. “Emang Kak Putri ngapain aja kalo lagi sendirian gini? Nggak takut ada orang masuk apa? Untung aja kami dateng ya. Jadi bisa jagain Kak Putri deh…” kata Budi bercanda. Aku menjawab dengan sedikit menggoda “Bener nih mau jagain kakak? Ya udah kalo gitu temenin kakak aja ya sampai Sela pulang…”
Mereka pun malu-malu mendengar jawabanku, mungkin kak Putri mereka melihat wajahku yang seperti cewek pendiam, namun ternyata bisa juga menggoda mereka. Setelah saling pandang sejenak, mereka bertiga akhirnya setuju untuk menemaniku sampai Sela pulang. Mungkin tadinya mereka merasa sungkan berlama-lama kaPutri Sela tidak ada di rumah, namun pikiran mereka berubah setelah aku bersikap ramah. Aku kemudian menyuguhkan minuman dan kue ringan untuk mereka. Aku sempat merasakan mata mereka sedang melihat ke arah dada yang tidak terbungkus bra saat aku sedang menunduk untuk menaruh mimuman di atas meja. Apalagi kaos yang aku pakai saat itu longgar, sehingga pemandangan tersebut pasti membuat mereka menelan ludah. Tapi aku masa bodoh dengan hal tersebut. Cerita Dewasa Ngewhe Dengan Istri Guru SD ku Yang Goyangannya Buatku Terkapar
Setelah lama berbincang, ternyata mereka semua orangnya ramah dan enak diajak ngobrol mulai dari topik yang ringan sampai obrolan-obrolan yang agak serius. Sambil makan dan minum kami mengobrol dan bercanda panjang lebar. Sedang asyik-asyiknya mengobrol, aku mendengar bunyi SMS masuk ke HP-ku. Ternyata dari Sela yang berisikan dia akan pulang sekitar 2 jam lagi, kaPutri masih ada urusan dengan temannya. Setelah memberitahu ke Budi, Andre dan Angga, ternyata mereka tidak keberatan untuk menunggu selama itu. Kemudian kami melanjutkan obrolan yang sempat terputus.
Di tengah obrolan Budi bertanya “Kalo kakak pacaran ngapain aja sih?” “Kayak orang pacaran biasa aja. Paling nonton sama makan aja…” jawabku. “Bukan itu maksud Budi Kak. Maksudnya sampai sejauh mana pacarannya?” tanya Budi lagi yang sepertinya belum puas dengan jawabanku barusan. “Oh itu maksud kamu Ben? Kalau kakak sih pacarannya paling sampai sebatas ciuman aja. Hayoo pasti kamu udah mikir yang macam-macam ya!?” aku sengaja berkata seperti itu agar membuat mereka menjadi salah tingkah. Benar saja seperti dugaanku tadi, begitu mendengar jawabanku barusan wajah mereka pun mulai memerah kaPutri malu. Situs Online Terpercaya
Kemudian kaPutri takut aku marah akibat pertanyaan Budi tadi, mereka semua hanya tertunduk tanpa berani berbicara sepatah kata pun. Suasana ruangan yang tadinya ramai oleh obrolan kami berempat mendadak menjadi sepi. “Kak Putri, bosen nih ngobrol sambil makan doang. Boleh nonton DVD nggak? Kebetulan Angga bawa Film bagus neh…” kata Angga memecah kesunyian. “Boleh aja…! Kakak juga suka nonton Film. Yuk kita nonton di ruang tengah…” kataku tanpa curiga DVD apa yang Angga bawa. Akhirnya kami berempat duduk di sofa ruang tengah untuk siap-siap menonton. Ternyata begitu DVD diputar, aku sempat kaget kaPutri ternyata Film yang Angga bawa adalah Film BF kepanjangan dari Batman Forever.
Namun aku tetap tidak beranjak dari tempat duduk kak Putri adegan-adegan di film tersebut membuat aku penasaran. Ruang tengah itu menjadi hening kak Putri semua terpaku pada layar TV. Walaupun aku sedang serius menonton, namun aku sadar kalau mata mereka melirik ke arah pahaku. Setelah kira-kira 45 menit lamanya, Film itu pun berakhir. “Kakak serius banget sih nontonnya tadi?” ledek Budi. “Kayak kamu nggak serius aja Ben!” aku membalas ledekan Budi sambil tersenyum. Kemudian aku mengajak mereka untuk bermain kartu sambil menonton Film tadi. sambil menunggu Adikku Si Sela pulang. Itulah tadi cerita dewasa Main Sambil Liat Film BF ( Batman Forever)
Kami rasa hanya itu saja Cerita Dewasa Bercinta Sambil Liat Film BF yang dapat kami berikan kepada anda, semoga anda menyukai cerita yang baru kami berikan pada kesempatan hari ini. Selain itu anda juga bisa melihat cerita lainnya yang baru saja kami update yaitu Cerita sex Berkhayal Dengan Cewek Cantik Di kost-an Akhirnya Jadi Kenyataa, barang kali saja anda tertarik untuk membaca cerita tersebut.