Kisah Ku Ngewhe Dengan Dua Sahabat ku Saat Liburan Akhir Pekan

Cerita Sex – Suatu ketika, begitu Dhea selesai mengantar suaminya ke bandara karena suaminya ada urusan bisnis ke luar negeri, maka diapun menelepon aku.
“Mia, aku sudah siap nich……” katanya
“Siap apaan Dhea?” tanyaku pura-pura.
“Ala, pura-pura lu, itu tuh, suamiku baru saja aku anter kebandara karena ada urusan bisnis di Jepang selama tiga minggu, asik kaannn… Jadi rencana kita untuk ber-threein one dengan temen suami lu,
siapa namanya tuh, Andre ya?
bisa kita laksanakan” jawabnya. “OK boss! Ntar aku telepon dulu ke Andre” kataku. Singkat
Cerita sex, pagi itu juga aku telepon ke Andre supaya datang ke rumah Dhea, aku sudah menunggu disana. Aku tidak peduli bagaimana cara nyadia minta ijin meninggalkan kantor, yang penting segera datang. Habis penting bener sih. Setelah aku menyerahkan anakku ke pembantu supaya di ajak ke rumah mertua, segera aku cabut ke rumah Dhea di bilangan Tebet. Dalam perjalanan, sambil menyetir mobil aku sudah membayangkan bagaimana nanti aku akan memainkan perananku dalam persetubuhan secara three in one tersebut.
Jangan dikira aku tidak berdebar- debar menghadapi situasi ini, sebab inilah pertama kali aku akan melakukan persetubuhan secara three in one dengan satu orang laki-laki dan dua orang wanita yang terus terang baru pernah aku saksikan di film-film biru atau baca baca di cyber porn. Ketika aku tiba disana, mobil langsung kemasuukan ke garasi yang terbuka. Ternyata Andre belum datang.
“Kebetulan! Ada waktu untuk menenangkan diri” batinku dalam hati. Ternyata Dhea juga diem denganku. Malah kelihatan sekali bahwa tangannya gemetar waktu dia menyiapkan minuman.
“Kamu kok kelihatan nerveous begitu sih Dhea?” tanyaku pura-pura bersikap tenang.
“Jangan ngeledek, aku kan baru mau kali ini berselingkuh dengan laki-laki lain” jawabnya sambil pura-pura melotot.
Dhea sebenarnya wanita yang agak pemalu, walaupun kalau menceritakan soal keinginannya bersetubuh dengan laki-laki yang mempunyai kontol besar, malah jadi malu-maluin. Tubuhnya tinggi semampai, lebih tinggi dari rata rata wanita Indonesia. Kulitnya mulus, berwarna kuning langsat, wajahnya bernuansa oriental meskipun bukan keturunan Chinese.
Tapi herannya kenapa susunya besar ya? Biasanya tipe-tipe seperti itu kan susunya cenderung kecil.
Ukuran bra-nya 34C. Aku tahu sebab pernah beberapa kali belanja pakaian dalam bersama dia. Pentilnya berwarna kecoklatan sedangkan rambut-rambut jembutnya tidak begitu lebat, aku tahu itu sebab pernah mandi bersama setelah berenang di kolam renang belakang rumahnya. Perutnya rata bener, pantaslah, karena belum punya anak walaupun sudah tiga tahun menikah, sedangkan pahanya alamak, betul-betul paha peragawati, mulus sekali! Belum lagi matanya yang redup sayu membuat laki- laki yang ditatapnya merasa seperti dipanggil untuk mendekat. Pantaslah kalau orang sekaya Aryo (nama suaminya) begitu bernafsu untuk memperistrinya. Tapi nafsu seksnya itu lho, betul-betul luar biasa.
Aku pernah diajak bermain lesbian bersamanya sehabis mandi bersama tempo hari. Tapi aku tolak secara halus, karena aku lebih suka bersetubuh dengan laki-laki, dan diapun mengerti. Apalagi setelah aku ceritain nikmatnya kontol Ki Alugoro dan kontol Andre. Singkat cerita, setengah jam kemudian datanglah Andre. Buru-buru aku bukain sendiri pintu pagar halaman walaupun sebenarnya pintu itu bisa dibuka jarak jauh dengan remote. Dhea memang sengaja meliburkan pembantu-pembantu dan satpamnya hari itu.
“Hello, yang..” sapanya mesra. “Ayo, masuk” jawabku sambil senyum.
“Sudah ditunggu lho..” bisikku sambil bergelayut di bahunya.
Sampai di ruang tamu tak kudapati Dhea. “Kemana dia?” pikirku dalam hati. Setelah menyuruh Andreduduk, buru-buru aku ke ruang dalam. Ternyata Dhea sedang berganti pakaian. Dengan rok mini
berwarna putih dipadu T-shirt tank top ketat berwarna biru gelap menampilkan sosok tubuhnya yang bak bidadari. Susunya yang besar terlihat bergelayutan seakan akan mau meloncat dari dalam T-shirt
nya. Rupanya dia sengaja tidak memakai bra, sehingga pentil susunya kelihatan jelas tercetak didepan mata.
Pahanya yang mulus terpampang hampir tiga perempatnya.
Apalagi dengan berlian yang ditindikkan di pusarnya sebentar-sebentar berkilauan bila dia menggerakkan tubuhnya.
“Excellent…!” pekikku lirih. “Sssstttt……” jawabnya lirih. “Ayo…” ajaknya sambil wajahnya kelihatan agak kemerah- merahan.
“Sebentar, aku juga mau melepas bra-ku dulu” sahutku sambil buru-buru membuka baju dan melepas bra. Setelah itu kupakai bajuku lagi. Sengaja kubuka dua kancing atasnya sehingga belahan dada dan sepertiga susuku terpampang seperti memanggil tangan iseng laki-laki untuk membelainya. Sampai di ruang tamu aku melihat Andre terbengong- bengong melihat penampilan kami berdua. “Perkenalkan, ini temanku Dhea” kataku sambil menarik tangan Dhea untuk bersalaman dengan Andre.
“Andre…” jawab Andre menimpali Lama mereka saling berjabat tangan dan saling memandang.
Aku hampir-hampir cemburu dibuatnya. “Ayo” kataku membuyarkan angan-angan mereka. Kamipun pergi ke belakang rumah. Di tepi kolam renang ternyata sudah dipersiapkan semacam kasur angin, seperti yang diiklankan di TV itu. Di sampingnya ada meja taman yang di atasnya terletak buah-
buahan, sebotol wine dan beberapa botol soft drink. Tentu saja ada juga tiga buah gelas kristal yang cantik. Tapi aku tidak tertarik dengan semua itu, karena setiba di tepi kolam renang, buru-buru aku
melepaskan seluruh pakaianku dan dengan tubuh telanjang bulat aku menceburkan diri ke air.
Rupanya inisiatifku diikuti oleh mereka berdua. Kuperhatikan kontol Andre ternyata sudah ngaceng, persen. Melihat kontol yang luar biasa itu,
walaupun belum seratus mata Dhea terbelalak dan mulutnya setengah terbuka. Tidak begitu lama kami berada di air. Kemudian kami bertiga duduk di kasur tersebut. Kini aku yang mengambil inisiatif. Kudorong tubuh Andre supaya telentang dan kutarik tangan Dhea untuk
memegang kontol Andre. Sedang aku sendiri cepat-cepat memperamainkan susu Dhea dari belakang sambil menciumi belakang telinga dan kuduknya. Diperlakukan demikian, apalagi
sambil memegangi kontol Andre yang sudah tambah mengeras, nafsu Dhea rupanya cepat naik. Nafasnya agak memburu sedang mukanya sudah mulai memerah. Melihat itu Andre mulai beraksi
mengambil alih permainan. Sambil merebahkan tubuh Dhea di kasur, aku disuruh menghisap-hisap susu Dhea, sedang dia mulai menciumi paha sebelah dalam Dhea, terus ke atas, sampai ke belahan tempiknya yang sudah mulai merekah. Sedang tangannya yang kiri mulai menggerayangi tempikku yang juga sudah mulai gatal. Sampai di belahan tempik Dhea, tanpa basa-basi mulut Andre langsung menyerbu dan menjilat-jilat sambil menghisap- hisap itil Dhea. Kami perlakukan demikian, Dhea
langsung menggelinjang hebat. Mulutnya mulai mendesis,
“Aduh……”
Andre sadar bahwa dia harus memuaskan dua orang cewek secara bergantian dan berkali-kali, maka tanpa membuang waktu lebih lama dia sodorkan kontolnya yang sudah ngaceng penuh itu ke belahan tempik Dhea. Seperti kepadaku dulu dia mulai dengan menggosok- gosokkan ujung kontolnya ke
kontol kecil dan bibir tempik Dhea. Tentu saja hal tersebut membuat Dhea bergelinjang tidak keruan. Tapi berbeda denganku dulu, Dhea langsung memegang kontol Andre yang luar biasa besar itu untuk dimasukkan ke dalam tempiknya. Tentu saja susah sekali, karena Dhea belum punya anak, sehingga tempiknya relative masih sama sempitnya seperti waktu perawan dulu, apalagi tempik itu hanya
pernah dilalui oleh kontol suaminya yang kecil dan pendek.    Situs Gacor
Maka, sambil mulutku masih menghisap-hisap susu Dhea, jari- jari tanganku menolong membuka bibir tempik Dhea supaya bisa dilalui kontol Andre.
“Uuuccchhh… mmmhhhh” rintih Dhea menahan rasa nikmat.
Tak berapa lama kontol Andre berhasil juga menyeruak ke dalam tempik Dhea, walaupun baru sebatas kepala dan separuh batangnya saja. Itupun sudah membuat Dhea menjerit tertahan merasakan nikmat yang belum pernah ia rasakan.
“Oouugghhhh… Mmmiiaaa…… Andreee… tteerruuussss… oouughhh… eennnaakkkk…” celotehnya.
Mukanya jadi merah membara, matanya membeliak-beliak ke atas, pahanya makin dilebarkan dan pinggulnya diangkat- angkat ke atas. Walaupun mulutku masih terus menghisap-hisap susu Dhea, akupun sempat berbisik padanya,
“Goyang Dhea, goyang pantatmu supaya kontol Andre cepat bisa masuk seluruhnya”
Diapun menggoyang-goyangkan pantatnya diringi dengan hunjaman keras kontol Andre, maka blesss…. amblaslah semua batang kontol Andre.
“Aaarrggccchhhh…….” pekik Dhea. “Mmiaa…… kkontttoll Andreeeee…… mmmhhhhh… eennaakkk sseekkalliii…” lanjutnya dengan penuh birahi.
Setelah itu Andre makin giat menghunjam-hunjamkan kontol besarnya ke dalam tempik Dhea yang makin menggelinjang-gelinjang dengan hebatnya. Tubuhnya yang sudah basah dengan air itu makin basah lagi bercampur dengan keringat, sedang selangkangan dan rambut-rambut jembutnya
yang keriting itu makin basah dengan cairan nafsu yang mulai keluar dari lubang tempiknya. Matanya makin membeliak- beliak sambil mulutnya yang mungil itu ternganga-nganga. Akupun mulai berinisiatif lagi, lidahku mulai menjilati muka Dhea, bibirnya, turun ke leher, dan akhirnya ke susunya yang besar itu lagi. Tentu saja hal tersebut membuat tubuh Dhea yang telanjang itu serasa melayang
di awan yang berarak di atas kami. Kurang dari setengah jam Dhea kami perlakukan demikian ketika tiba-tiba tangan Dhea yang kanan mencengkeram erat-erat tanganku, sedang tangannya yang kiri memeluk erat-erat pinggang Andre. Sambil mengangkat pinggulnya tinggi- tinggi orgasmenya meledak
diriringi teriakannya,
“Aaaarrrggghhh… Mmiia… Andre… oooccchhhhhhhh……”
Dheapun terkapar sambil tangannya memegangi kontol Andre yang tentu saja belum orgasme.
Rupanya seperti diriku, Dheapun rupanya tidak ingin cepat-cepat kehilangan kontol itu dari tempiknya. Aku terpana sekali menyaksikan adegan yang belum pernah kusaksikan tersebut.
Tangankupun tanpa sadar telah mengelus-elus tempik dan itilku sendiri. Tetapi sadar akan tugasnya
untuk memuaskan diriku juga, maka dengan halus Andre nmelepaskan pegangan tangan Dhea pada kontolnya dan mengacungkannya padaku. Tentu saja hal itu kusambut dengan bahagia, kupegang tempik Dhea yang menempel hingga bersih. Akupun ingin memamerkan kepiawaianku bersetubuh kepada Dhea, maka setelah menghisap hisap kontol Andre, kusuruh dia tidur telentang sehingga kontolnya mencuat ke atas. Akupun segera menungganginya sambil berusaha memasukkan kontol
kontol itu kuusap-usap, kucium kemudian kuhisap-hisap sambil kutelan sisa lendir kawin dari Andre ke dalam tempikku
Karena sudah berpengalaman berkali-kali, maka tidak sesulit dulu kontol Andre masuk ke dalam tempikku dan bleessss… masuklah kontol Andre seluruhnya. Aku tergelinjang ketika ujung kontol Andre menyentuh bagian paling sensitive di dalam tempikku, tapi kuusahakan bagian itu tidak tersentuh dulu, supaya persetubuhan ini berjalan agak lama. Beberapa saat menaik turunkan pantatku di atas tubuh Andre. Ternyata Dhea memperhatikan adegan ini, dan dengan mata terbelalak sambil mulutnya
terbuka, dia bangkit duduk untuk menyaksikannya lebih dekat.
“Hisap pentil susu Andre, Dhea..”suruhku pada Dhea.
Tentu saja Dhea menurut, dan sambil menungging dihisap- hisapnya pentil susu Andre. Kesempatan ini rupanya dimanfaatkan oleh Andre. Sambil merem melek keenakan, jari tangannya mulai mempermainkan itil Dhea, dipencet-pencetnya, digosok- gosoknya, sehingga Dhea menggelinjang-gelinjang keenakan. Melihat muka Dhea makin memerah, Andre meminta persetujuanku untuk menuntaskan hasrat birahi Dhea lagi.
“Percayalah, aku tidak akan sampai orgasme…” bisiknya.
Akupun mengangguk setuju karena kepuasan sahabatku Dhea termasuk penting buatku.
Kemudian dengan lembut susu Dhea didorong sehingga dia rebah telentang. Andrepun memulai lagi aksinya. Disedot- sedotnya itil Dhea sambil dijilat- jilatnya dengan rakus. Aku makin terpana melihat wajah Dhea yang mengeluarkan ekspresi yang sulit untuk kuceritakan. Pokoknya ekspresi untuk meminta segera disetubuhi.
Mungkin Andre sadar bahwa masih ada tugas selanjutnya yaitu menyetubuhiku, maka tanpa buang-buang waktu segera diacungkannya kontolnya ke mulut Dhea. Agak kikuk Dhea menerima pemberian itu, tetapi karena tadi dia melihatku, mengelus- elus, menjilat-jilat dan menyedot-nyedot kontol Andre, maka diapun berusaha berbuat demikian. Hampir tidak masuk kontol Andre ke dalam mulut Dhea yang mungil itu. Setelah beberapa saat dihisap-hisap (dengan agak kikuk tentu saja, karena Dhea belum pernah berbuat itu kepada suaminya) kemudian Andrepun mencabut kontolnya dari mulut Dhea dan langsung mengarahkannya ke tengah lubang tempik Dhea dan…
“Bleeesss………” Karena tempik Dhea sudah banjir oleh lendir birahinya, hanya dengan sedikit kesulitan kontol Andre sudah amblas seluruhnya ke dalam lubang tempik Dhea dan…
“Teerruuuusssss……. Beee… ggennjjot llaggiiii……”pinta Dhea sambil merem melek
dan wajahnya memerah padam.
Tanpa membuang-buang waktu Andrepun langsung memompakan
kontol besarnya secara cepat
dan bertubi-tubi di dalam lubang kawin Dhea.
“Ughhhh… ughhhhh… crot… crot… crot…”
Terdengar rintihan nikmat Dhea dipadu dengan bunyi kontol Andre keluar masuk tempik Dhea yang makin banjir oleh lendir kawinnya itu. Rupanya Andre ingin persetubuhan ini cepat selesai maka makin kencanglah kontolnya menyodok-nyodok lubang tempik Dhea.
Rupanya karena termasuk golongan pemula dalam blantika perselingkuhan maupun tehnologi persetubuhan, Dhea masih bersumbu pendek dan cepat mencapai puncak birahi karena belum setengah jam, tiba-tiba tubuh Dhea mengejang, pinggulnya diangkat tinggi- tinggi sembari tangannya memeluk erat pinggang Andre maka……
“Andreee… akkuuu…… kkkeelluuuaarrrrrrr…” teriaknya melepaskan puncak
birahinya.
Dan seiring dengan itu tangannya memeluk makin erat tubuh Andre seolah tidak mau lepas lagi. Beberapa saat kemudian barulah dia tergeletak dengan lemas di bawah tubuh telanjang Andre. Andrepun tersenyum sambil melirik ke arahku dan tangannya mengelus-elus rambut Dhea. Rupanya Dheapun keenakan diperlakukan demikian. Hanya, karena waktu Andre tidak banyak karena harus pulang ke kantor sebelum jam kerja usai, maka dengan lembut ditinggalkannya Dhea yang telentang manja dan langsung menghampiriku. Akupun tahu diri, segera kutelentangkan diriku, kubuka pahaku lebar-lebar sambil kutekuk lututku ke atas. Tanpa basa basi Andre langsung menyerbu diriku dan memasukkan kontolnya ke lubang tempikku. Jago benar dia, walaupun kelihatan tergesa-gesa, tetapi tusukan kontolnya bisa persis di tengah-tengah lubang tempikku. Tentu saja aku tergelinjang menerima tusukan yang tiba-tiba itu. Dan dengan nafsu yang membara karena sempat tertunda tadi, maka kulayani Andre dengan sepenuh keahlianku.
Kuempot-empot kontol Andre dengan tempikku, dan kugoyang-goyang dengan hebat, sehingga walaupun memakan waktu agak lama dan mengeluarkan suara crot… crot… crot sekitar setengah jam lebih, maka Andre dan akupun secara bersamaan melayang ke langit biru yang diselimuti kenikmatan dan…
“Ugghhhhh.. ughhh… Beee…… akkuu… mmmau… kkeeluuaarrrrr… ogcchhhhh……” rintihku keenakan. “Aakkuuu… jjuggaa…
kkeelluuuaaarrrrrr…… Mmiiaaa…… aayyoo… bbaarrreeennggggggg…” teriaknya.
“Ukkhhh… acchhhhh… mmhhhhh…” erangnya kemudian dan……
“Ssstt …
Seperti semburan lumpur hangat lapindo di Sidoarjo sana tempikku dan kontol Andre secara bersama-sama menyemburkan cairan kenikmatan banyak sekali. Dan seperti biasanya, kontol Edo tetap aku jepit erat-erat dengan tempikku sehingga seluruh peju Andre habis tertelan ke dalam lubang tempikku.
Tubuhku dan tubuh Andre berpelukan erat sekali sambil bibir kami berpagutan. Tentu saja hal semacam ini belum pernah dialami dan dilihat oleh Dhea. Dengan keadaan terengah-engah aku lirik Dhea duduk bersimpuh dekat sekali di samping kami sambil mulutnya ternganga, wajahnya merona merah sambil tanpa sadar tangannya memijit-mijit itilnya sendiri. Rupanya dia amat terangsang dan ikut terhanyut
dengan pemandangan di depan matanya itu. Maka dengan tersenyum lembut kuraih tangannya, kuelus-elus kubisikkan kata-kata,
“Lain kali kamu bisa mengalami yang seperti ini, yaitu orgasme bareng dengan Andre, tapi kali ini
Andre harus segera pulang ke kantor Dhea……”
Andrepun kulirik dan dia mengangguk lembut. Maka acara selanjutnya kamipun menceburkan diri ke kolam renang, bercanda sebentar dan kemudian mandi bertiga di kamar mandi mewah Dhea.
Akhirnya karena masih ogah berpakaian, kami mengantar Andre bertelanjang bulat sampai
di ruang tamu saja, sampai mobil Andre meninggalkan pekarangan dan kukunci dari ruang tamu sebab seperti kuceritakan dimuka, pintu pagar rumah Dhea kan bisa dibuka dan ditutup dengan remote. Tidak seperti rumahku yang harus didorong dengan tenaga manusia.
“Mia…” kata Dhea tiba-tiba sambil merangkul bahuku dari belakang. Kurasakan kedua pentil Dhea
menempel di punggungku.
“Hmmh…” sahutku. “Terus terang aku tidak tahu harus berterima kasih bagaimana kepadamu.
Persetubuhan seperti tadi sama sekali tidak pernah kubayangkan.
Bermimpipun tidak pernah. Aku tidak pernah membayangkan kok persetubuhan bisa mendatangkan kenikmatan yang begitu hebat dalam diriku. Rasanya pengin deh Andre aku tahan berhari-hari disini.
Atau bagaimana kalau dia kita
jadikan gigolo kita? Biar aku yang menanggung dananya……”
katanya mulai ngawur.
“Hush…” sahutku pura-pura melotot.
“Dia itu bukan orang miskin, dan dia mau berbuat begini hanya dengan kita saja kok.
Aku jamin. Dia hanya ingin memberi kepuasan kepada aku dan temen-temen yang aku referensikan” sahutku sambil membusungkan dada dan berjalan ke arah teras rumah.
“Mia..!” seru Dhea mengagetkanku.
“Kamu masih telanjang! Kok keluar rumah” lanjutnya.
Aku kaget dan buru-buru balik kanan sambil kedua tanganku secara reflek menutupi susu dan tempikku. “Asem” umpatku dalam bahasa Jawa. “Sampai nggak sadar aku, untung kau ingatkan” lanjutku. Tapi sebenarnya di teras rumahpun tidak akan ada yang melihat karena rumah Dhea
dikelilingi pagar tinggi yang tertutup rapat, sedang satpamnyapun kan dia liburkan hari ini. Oleh sebab itu masih dengan telanjang, aku balik lagi ke teras dan duduk-duduk disana. Tak lama kemudian Dheapun menyusul duduk di kursi sebelahku, juga masih dalam keadaan telanjang.
“Perasaan, kalau dalam keadaan telanjang di tempat terbuka, asyik juga ya? Kaya di pantai nudis di Australia itu lho!
Cuman kalau terlalu umum seperti itu malah jadi nggak seru, karena banyak kakek- kakek dan nenek-nenek yang ikutan telanjang, jadi malah nggak asyik dilihatnya. Tapi udahlah, jadi ngelantur” anganku. Setelah melanjutkan obrolan- obrolan saru sebentar, akupun bangkit dan pamitan pada Dhea.
“Baiklah Dhea, aku pulang dulu, sampai lain kali, seperti yang kujanjikan tadi, kamu akan kuajari supaya bisa orgasme bareng dengan Andre” ucapku.
“Kapan, tuh…” tanyanya sambil matanya memancarkan sinar seakan tidak sabar, Kukatakan secepatnya.
Dan setelah berpakaian, kukecup bibir Dhea dengan mesra. Kiss bye dan kustarter mobilku, pulang. Oh ya, Dhea masih telanjang bulat juga waktu mengantarku sampai di garasi. Persis sampai di rumah, teleponku berdering, ternyata dari Dhea yang menceritakan bahwa dari tadi dia masih hilir mudik di ruang tamu sambil masih bertelanjang bulat. Dia merindukan kehadiran Andre kembali secepatnya.     Game Online Terpercaya
“Wah gawat nih” pikirku. Maka timbulah ide kreatifku yaitu bagaimana kalau kuadakan acara bukan three in one tetapi four in one, jadi dua cowok dan dua cewek supaya tidak ada waktu nganggur bagi ceweknya.
Lagipula kita bisa bertukar-tukar pasangan. Asyikkan? Ide itu cepat cepat kusampaikan kepada Andre. Setelah berpikir sesaat dia katakan setuju, karena sebagai cowok megapolitan kan jamak saja kalau dia punya teman dengan hobby yang sama. “Panjang dan besarnya hampir sama dengan aku. Hanya lebih pendek sekitar satu sentimeter. Tapi urat-uratnya lebih besar. Kebetulah wajahnya juga bernuansa oriental. Jadi pasti Dhea suka. Oh ya, batangnya agak miring ke kanan kalau sedang ngaceng” ujarnya sambil tertawa kecil.
Singkat cerita, hal itu aku sampaikan kepada Dhea, dan diapun menyambut dengan antusias. Bahkan dia punya usul, kalau acaranya nanti dilaksanakan di villanya saja di daerah Puncak.
CERITA INDEHOY

Fantasi bukan untuk ditahan. Di sini, kamu bebas menelanjangi imajinasi. – Cerita panas, liar, dan penuh kenikmatan – Bukan untuk yang malu-malu – 18+ Only. Karena di sini... semua bisa terjadi 👉 ceritaindehoy.com

Lihat Semua Postingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *