Akibat Lembur Berujung Diperkosa

Seorang gadis tampak masih sibuk didepan meja kantornya sementara teman-temannya sudah pulang meninggalkannya terlebih dahulu. Wajahnya yang cantik tampak kelelahan, ia menghela nafas panjang kemudian mulai membereskan kertas-kertas yang berserakan diatas meja, tubuhnya menggeliat-geliat kesana kemari untuk menghilangkan rasa pegal dan penat akibat berkerja seharian. Andini nama gadis itu, seorang gadis yang cantik jelita dengan tubuh yang seksi, umurnya baru berusia 24 tahun, buah dadanya tidak terlalu besar amun tampak keras tercetak dari balik pakaian kerjanya, tubunya ramping berlekuk, kulitnya halus, putih dan mulus.
“Sudah selesai Non” Pak Sandy satpam di kantornya bertanya teriak Andini bangkit dari kursinya. “Ehhh.!!” Andini Terperanjat sambil menoleh kebelakang, “Sudah Pak..”, mari tanpa banyak basa basi Andini mohon diri. Pak Sandy tersenyum ramah, matanya memandangi goyangan pinggul Andini dari belakang, goyangan indah yang menggoda mata laki-laki normal.
“Ckk Ckk Ckk udah cantik, Rajin, Hehehehe”.
He he he, jangan jangan rajin juga diatas ranjang senyum nakal menghiasi wajah Pak Sandy, kemudian tangannya mematikan lampu diruangan itu dan kemudian melangkah meyusul langkah Andini, mata Pak Sandy memandangi Andini dengan tatapan matanya yang tajam, sesuatu diselangkangannya berontak dan membuat permukaan celana satpamnya menggembung.
Pak Sandy bekerja sebagai Satpam disebuah perusahaan swasta, wajahnya garang, tubuhnya tinggi besar, dengan kepalanya yang botak pelontos mirip banget kayak telur dinosaurus ia selalu setia menjaga asset perusahaan dari incaran para maling di malam hari.
Dukkkkkkkk., Whuaduuhhhhh. Pak Sandy menabrak kaca, rupanya tanpa sadar Pak Sandy melangkahkan kakinya terus-maju dan maju tergoda oleh goyangan pinggul Andini.
Sialannnn.!! Pak Sandy mengusap-ngusap jidatnya kemudian setelah menghela nafas panjang Pak Sandy kembali ke pos jaganya, sesekali telapak tangannya mengelus dan meremas sesuatu yang menggebung dipermukaan celananya sebelah selangkangan sambi membayangkan perbuatan-perbuatan terlarang bersama Andini yang semakin lama semakin liar dan sulit untuk dibendung.
Semakin sering Andini bekerja lembur semakin sering pula Pak Sandy memperoleh kesempatan untuk mencuri-curi pandang, menatap tubuh Andini dari belakang, mengintip pangkal paha Andini yang kadang-kadang tersibak dari balik rok mini ketat yang dikenakannya. Tungggggg batang kemaluan Pak Sandy kembali tegang ketika mengintip pangkal paha Andini dari balik kaca jendela ketika gadis itu sedang bekerja lembur. Pada suatu hari ketika gadis itu lembur diruangannya
“Toloooonnnnngggg!!!” tiba tiba terdengar teriakan Andini, dengan terburu-buru Pak Sandy berlari kearah ruangan kantor Andini, Brakkkkk Pak Sandy membuka pintu ruangan itu dengan kasar, matanya melotot melihat Andini naik keatas meja, tapi yang membuat Pak Sandy lebih melotot adalah posisi kedua kaki Andini yang sedikit terbuka menampakkan selangkangan gadis itu yang masih torlindungi oleh kain berbentuk segitiga.
“Ada apa?!! Ada apa?!!” Pak Amir memasang kuda-kuda siap untuk bertempur bahkan melawan 10 orang penjahat sekaligus demi membela Andini yang cantik dan putih mulus.
“ii ituuu Pakkkk”. Andini menunjuk kearah tumit Pak Sandy
Secara reflek Pak Sandy menekuk kepalanya dan berteriak keras “MAMPUSSSSSDAHHHH!!!! Ihhhhhhhhhh” Pak Sandy terkejut dan ikut melompat naik keatas meja, sementara seekor tikus besar berlari ketakutan ketika mendengar teriakan pak Sandy yang keras, bahkan lebih keras dari bunyi geledek sekalipun. Nafas Pak Sandy tiba-tiba tertahan ketika kesadarannya mulai pulih akibat terkejut tadi, kedua tangannya berpegangan pada sesuatu yang kenyal dan hangat, perlahan-lahan Pak Sandy menolehkan kepalanya, mata Pak Sandy melotot ketika menyadari kedua tangannya berpegangan pada gundukan buah dada Andini.
Wajah Andini bersemu kemerahan sementara mulutnya terbuka lebar tanpa dapat mengucapkan sebuah katapun. (Note: Please Dont Try This At Office.^^,) Andini menarik tubuhnya mundur sehingga ia hampir terpelanting dari atas meja, Ehhhhhhhhhhhhhhhhhh
“Awassss..!!” Heuppp!! Pak Sandy buru-buru merengkuh pinggang Andini, kini posisi mereka berdua bertambah parah, wajah Pak Sandy menempel didepan payudara Andini, sementara Andini mengalungkan kedua lengannya pada leher pak Sandy karena takut terjatuh dari atas meja.
BACA JUGA :Mama Tiri Ku Yang Aduhai
“Ehhhh, jangan pakkk, jangannnn”
Andini berusaha melawan sekuat tenaga, tetapi tangan Pak Sandy semakin erat melingkari pinggang ramping Andini. Lepaskan!! Kedua tangan mungil Andini berusaha mendorong bahu Pak Sandy. Ketika pria itu mencoba menekan tubuhnya ke arahnya, Andini justru mendorong tangannya sekuat tenaga. WeitttttGubrakkkkk!!! Pak Sandy berteriak kaget. Siapa sangka kekuatan Andini cukup besar untuk mendorong tubuh Pak Sandy hingga Pak Sandy terlempar dari meja, tertelungkup.
Nga Hakk!! Pak Sandy melotot ketika batang kemaluannya menyetubuhi Lantai kantor yang keras. Wadawwwww..!! Pak Sandy kembali berteriak keras karena Andini menjadikan bokongnya sebagai pijakan sehingga batang kemaluannya semakin dalam melesak menyetubuhi lantai kantor..
Sambil mengaduh-ngaduh Pak Sandy perlahan-lahan merangkak dan kemudian berusaha berdiri, Pak Sandy gagal memerawani lantai kantor ang terlalu keras untuk ditembus oleh batang kemaluannya. (Red: WAhhh!!) Pak Sandy melangkahkan kakinya keluar, matanya mencari-cari si cantik Andini, Eh itu dia, koq jalannya tertatih-tatih, dengan semangat Pak Sandy berlari kecil menghampiri gadis itu, Andini tampak ketakutan ketika pak Sandy mencegatnya, sementara dirinya tidak mungkin untuk berlari menghindari pak Sandy, pergelangan kakinya terkilir dan terasa sakit.
Jangan pakkk.!! Awww. Andini terkejut ketika Pak Sandy begitu sigap membopong tubuh mungilnya, dengan bersemangat Pak Sandy membopong tubuh Andini masuk kembali kedalam ruangan kantornya, kemudian mendudukkan Andini di sisi meja, setelah mengunci pintu ruangan Pak Sandy mendekati Andini, kemudian Pak Sandy berlutut dihadapan Andini.
Kemudian terdengarlah suara rintihan-rintihan keras..
Owww..!!
Aduhhhhhh., Ahhhh, Ahhhhh
Jangan,
Ahhhhhh..,,, Duuuuuuhhhh.
Nahhhhh.,, Coba sekarang berdiri.,,,
yakkk bagus,,,, betul begitu..
Coba,,, digoyang-goyangkan,,, jangan diam begitu,,, Sipppppp
Yawdahh., kalau tidak sakit.,,,coba gerakkan saja.
Tidak berapa lama pintu ruangan kantor itu terbuka, Pak Sandy melangkah keluar dari dalam ruangan kantor itu, dan Andini keluar mengikuti langkah Pak Sandy, dengan telapak tangannya gadis itu mengusap keningnya yang berpeluh, baju kerjanya terlihat sedikit basah.
Pakkk Sandy makasih yahhhh, udah diurut,, sekarang kaki Andini ngak sakit lagi.. Andini berterimakasih pada Pak Sandy.
lya, ngak apa.. apa Non,,, tapi jangan terlalu sering jalan-jalan dulu yah,, besok kan hari minggu,, istirahat yang baik ya Pak Sandy menasihati Andini.
(Red: Hayoooooo ngaku, pada mikirin apa ???, jangan mikir kemana mana dulu he he he he, untuk sementara Pak Sandy Cuma ngurut pergelangan kaki Andini yang terkilir koqqq ^^)
Senin pagi Pesta Sex Dihari Ulang Tahun Sahabatku
“Met Pagi”, Pak Sandynn Andini menyapa pak Sandy dengan ramah. Pagi, Non Andini. Pak Sandy balas menyapa Andini, deg-deg-deg, jantung pak Sandy berdetak semakin kencang ketika Andini melemparkan senyuman manisnya kemudian melangkahkan kakinya dengan santai.
Sudah berhari-hari Pak Sandy kecewa, gadis itu selalu pulang lebih cepat bersama teman-teman sekantornya, Senin-Selasa-Rabu-Kamis-Jumat bahkan sampai Hari Sabtu, si cantik Andini tidak lagi lembur diruangan kantornya Pak Sandy merasa kecewa, sangat teramat kecewa. Hari Minggu pagi Pak Sandy manyun di pos jaganya, cemberut karena sudah seminggu Pak Sandy tidak mendapatkan jatahnya mengintip sepasang kaki mulus Andini dari balik jendela kantor di ruangan dimana gadis itu bekerja.
“Pagiii, Pak Sandynnn”
Pak Sandy menolehkan kepalanya, wajahnya pucat karena kaget bercampur gembira, Andini si cantik yang sexy berdiri dihadapannya, gadis itu tampak sangat menggiurkan hari ini, dengan memakai kaos ketat berwarna pink dan bawahan rok mini ketat berwarna hitam.
Mau lembur Nonnn ?? Pak Sandy bertanya sambil menatap wajah Andini.
“lya nih Pak.., kerjaan kemarin belum selesai”. Andini mengangguk kemudian menjawab sejujurnya,
“Saya, masuk duluan yah pak Andini” mengakhiri pembicaraan mereka.
Oo jangan!! Itu tugas saya untuk memasukkan kontol saya ke dalam memek, Non Andini, tugas Non Andini sih cuma ngangkang dan dimasukin.. aja koqq he he he Pak Sandy tersenyum ramah sambil menganggukkan kepalanya, Andai saja Andini Tahu betapa kotornya pikiran Pak Sandy, dan betapa berbahayanya Pak Sandy saat ini yang memandangi tubuh gadis itu dari belakang dengan senyuman liciknya yang mulai berkembang semakin lebar diwajah Pak Sandy.
Hhhhhh.. Andini menghela nafas panjang, akhirnya selesai juga pekerjaannya yang menumpuk walau harus dibayar dengan bekerja lembur di hari minggu, matanya terasa berat dan mengantuk, setelah menguap lebar Andini menyandarkan punggungnya kebelakang, tanpa sadar Andini tertidur pulas dalam posisi kedua kakinya yang mengangkan dan kedua tangannya terkulai kesamping.
Seseorang masuk kedalam ruangan kantor tempat Andini bekerja, menghampiri Andini yang sedang tertidur pulas diatas kursi, Pak Sandy tersenyum kemudian setelah mengunci pintu pak Sandy kembali menghampiri gadis itu. Perlahan-lahan Pak Sandy mengikat kedua kaki Andini dalam posisi mengangkang pada kaki kursi, kemudian menarik kedua tangan Andini dan mengikatnya kebelakang pada sandaran kursi, tidak lupa ia memplester mulut Andini dengan lakban berwarna hitam.
Pak Sandy mendekatkan wajahnya pada wajah Andini, kemudian mengendus-ngendus rambut Andini yang wangi, sambil menatap wajah Andini perlahan-lahan kedua tangan pak Sandy merayap mengelusi kedua paha Andini yang mengangkang, gerakan-gerakan tangan pak Sandy mulai mengusik tidur Andini yang pulas.
Wmmmmhh.. Andini menggeliatkan tubuhnya, perlahan-lahan gadis itu membuka kedua matanya.
Tubuh Andini meronta-ronta, matanya menatap Wajah Pak Sandy, gadis itu tampak ketakutan menyadari kondisi tubuhnya yang terikat erat pada kursi dalam posisi kedua kakinya yang mengangkang. Mencuri Berujung Ngentod
Wmmmmhhhh Wmmmmmhhhff Andini menggeleng-gelengkan kepalanya ketiak tangan pak Sandy menyibakkan rok Mininya keatas sampai tersangkut dipinggul gadis itu. He he he he he… Mata Pak Sandy menatap selangkangan Andini yang manis ditutupi oleh secarik kain segitiga berwarna putih.
Jari telunjuk pak Sandy bergerak menyusuri permukaan celana dalam Andini seolah-olah sedang menggoda dan mempermainkan gadis itu kemudian menekan-nekan permukaan celana dalam gadis itu dalam gerakan teratur, tepat dibagian bibir vaginanya yang membelah, sesekali jari telunjuk Pak Sandy bergerak menekan-nekan dengan lembut.
Gimana rasanya ? enak ya? sampai basah gini Pak Sandy mengusap permukaan celana Andini yang mulai dibasahi oleh cairan kewanitaannya. Sesekali Andini memejamkan matanya ketika tangan Pak Sandy meremas lembut selangkangannya. Mata Andini tampak sayu ketika Pak Sandy menarik baju kaosnya keatas sampai tersangkut diatas buah dada Andini yang berukuran sedang, nafas Andini memburu kencang ketika Pak Sandy menarik cup branya kebawah, Mmmmmhhhhhh kepala Andini tergolek lemas kekanan ketika merasakan telapak tangan laki-laki tua itu yang terasa kasar merayapi bulatan buah dadanya yang halus dan lembut. Tubuh Andini terperanjat ketika merasakan telapak tangan Pak Sandy meremas Bongkahan buah Susunya.
Lohh ? Kenapa? Kaget ya ? Pasti kamu belum pernah ngerasain susu kamu diremas-remas oleh laki-laki, santai aja, jangan terlalu tegang,,, ha ha ha hapak Sandy tertawa sambil kembali meremas-remas payudara Andini dalam gerakan-gerakan yang teratur. Jari jempol Pak Sandy menekan-nekan puting Andini dan kemudian memijiti benda itu yang makin meruncing dan mengeras. Wmmmmmmhhh,,, Mmmmmmmmm entah kenapa tiba-tiba Andini berani menatap mata Pak Sandy, sesekali Mata Andini mengerjap-ngerjap menikmati remasan remasan Pak Sandy dibuah dadanya, mata Andini semakin sayu seperti orang sedang mengantuk.
Pak Sandy menjepit putting susu Andini dengan jari tangannya kemudian, dipilin-pilinnya puting itu dan ditarik-tariknya dalam gerakan-gerakan yang lembut.
Brettt. Bretttt. Bretttt. sambil menatap wajah Andini, Tangan Pak Sandy bergerak merobek dan merengut celana dalam Andini, sama sekali tidak tampak lagi ekspresi ketakutan diwajah gadis itu, Pak Sandy tersenyum lebar.
Perlahan-lahan tangan Pak Sandy membuka lakban yang memplester mulut Andini, Hahhh Ahhhhhhh.. Mulut Andini terbuka lebar berusaha mengambil nafas sebanyak-banyaknya, mata Pak Sandy menatap buah dada Andini yang bergerak-gerak seirama dengan tarikan nafas gadis itu.
Bibir laki-laki tua itu mengejar bibir Andini yang mendesah-desah, tubuh Andini tersentak ketika bibirnya bersentuhan dengan bibir Pak Sandy. Tubuhnya bergetar hebat ketika tangan Pak Sandy menyelinap melalui celana dalamnya dibagian atas dan meremas remas lembut gundukan bukit kecil yang terbelah selangkangan Andini. Ahhhhh, Pak Sandynnnhh, Ahhhhhh Mmmmmmhhhh Pak Sandy mengulum bibir Andini yang terus mendesah-desah sambil sesekali memanggil nama laki-laki tua itu.
Ohhhhhh Andini semakin gelisah ketika ciuman Pak Sandy menggeluti lehernya Shhhh, Shhhhh..,,, Geli..,, Shhhh..,,, Ahhhhhhh Andini semakin sering mendesah-desah, suara desahan gadis itu sesekali disela oleh suara tawa Pak Sandy yang terkekeh-kekeh.
Laki-laki tua itu mengendus ngendus payudara Andini kemudian mulutnya mencaplok puncak payudara Andini sampai gadis itu memekik kecil merasakan kenyotan-kenyotan mulut Pak Amir dipuncak payudaranya sebelah kiri.
Sambil meremas-remas induk payudara Andini, lidah Pak Sandy bergerak mengeliat-geliat menggelitiki putting susu gadis itu, sesekali mulut Pak Amir mengenyot-ngenyot puncak puting Andini He he he, susu kamu tambah asik neh.,, Pak Sandy semakin senang memainkan buah dada Andini yang semakin kencang, membuntal padat dan keras kenyal, sesekali mulut Pak Amir menggeluti payudara Andini bergantian dari yang kiri terus pindah kesebelah kanan.
Ahhhhh.!! Andini memalingkan wajahnya ketika Pak Sandy melepaskan celana dalamnya yang dekil, sebuah benda besar menggantung diselangkangan Pak Sandy, tampaknya benda besar itu sudah siap untuk merengut keperawanan Andini.
Andini memejamkan matanya rapat-rapat ketika merasakan kepala kemaluan Pak Sandy menempel di bibir vaginanya, geli sekali rasanya ketika kepala kemaluan Pak Sandy mengesek-gesek belahan vaginanya yang semakin lama semakin merekah karena ditekan-tekan oleh kepala penis Pak Sandy.
AHHHHH..!! Sebuah jeritan keras terdengar dari mulut Andini, gadis itu mengigit bibirnya ketika merasakan lubang vaginanya seperti dibelah dua. Sebuah benda besar merobek-robek selaput daranya tanpa ampun, gadis itu terisak menangis, kepalanya terkulai lemas menyadari laki-laki tua yang tengah mengayunkan batang kemaluannya telah merengut kegadisannya.
Cleppppp. Clepppppp. Clepppppp. berulang kali batang kemaluan Pak Sandy bergerak keluar masuk di jepitan vagina Andini Saya suka memek kamu, peret, seret he he he he., enak banget buat dientot.. Pak Sandy cengengesan sambil menyodok-nyodok lubang vagina Andini dengan gerakan yang lembut.
Pak Sandy menengokkan kepalanya kebawah, matanya menatap tajam pada batang penisnya yang dilumasi oleh cairan kemerahan. Waduhhh!!, darah perawan,, Ha Ha Ha, !! Pak Sandy tertawa senang ketika menyadari dirinya adalah laki-laki pertama didunia ini yang menancapkan batang kemaluannya kedalam vagina Andini.
Andini meringis kesakitan ketika Pak Sandy menaikkan tempo tusukannya.
Eihhhhh.! Masih sakit ya ?? Pak Sandy tiba-tiba menghentikan gerakannya yang semakin cepat mengocok-ngocok lubang vagina Andini, sambil tersenyum Pak Sandy membelai rambut Andini dan kembali mengayunkan batang kemaluannya perlahan-lahan. Ya, namanya juga maen sama perawan,, harus yang lembut kayak giniDiayun-ayun,, Pak Sandy berceloteh panjang lebar Terus dikocok-kocok, pelan-pelan aja supaya jangan terlalu sakit. He he he Ahhhh Crrr Crrrrr.. Hhhsssshhhhh. Andini mendesis panjang, lubang vaginanya berkedut nikmat, tubuhnya seperti tersengat aliran kenikmatan yang berdenyut-denyut. Waaaaahh!! На НА НА, akhirnya kamu ngecrot juga ya ? nikmat banget bukan ??
Hemmm,, duh kasihan kamu pasti pegal ya..,, Pak Sandy mencabut batang kemaluannya kemudian tangan Pak Sandy melepaskan ikatan dikaki dan tangan Andini.
Andini menuruti keinginan Pak Amir yang menyuruhnya berdiri sambil bertumpu pada meja, gadis itu menolehkan kepalanya kebelakang, menatap Pak Sandy yang menarik pinggulnya agar menungging, sesekali mata Andini terpejam ketika Pak Sandy mengusapi dan meremasi buah pantatnya yang mulus, halus dan padat.
AHHHHHHHHHHHHHH Andini mendesah Panjang ketika merasakan batang kemaluan Pak Sandy kembali menyodok lubang vaginanya.
Tubuh Andini terdorong-dorong oleh penis pak Sandy yang bergerak memacu lubang vaginanya, Arrrhhhh,, Arhhhhhhhhh,, Andini mengerang semakin keras, tubuhnya semakin kuat tersentak-sentak maju mundur.
Plokkkk Plokkkk. Plokkkkk. Suara benturan buah pantat Andini dan selangkangan Pak Sandy terdengar keras diiringi oleh rintihan rintihan kecil Andini yang membuat pak Sandy semakin bersemangat menghentak-hentakkan batang kemaluannya. Kepala Andini berkali kali terangkat keatas sambil mendesah kuat ketika merasakan sodokan-sodokan batang kemaluan Pak Sandy yang terasa semakin nikmat menyodok-nyodok lubang vaginanya dari belakang. Sesekali Pak Sandy menekankan batang kemaluannya dalam -dalam kemudian mengaduk-aduk isi vagina gadis itu sampai Andini berulang kali merintih rintih keenakan.
AAAA ADUHHH PAKKKK.. Andini menggeliat resah kemudian Crrr Crrrrr. CrrrrGlekkkk. gadis itu menelan ludah, ketika kenikmatan itu kembali membenamkan dirinya untuk semakin pasrah, digenjot-genjot oleh Pak Sandy.
Aduhhhh, ngecrot lagi.,, jadi makin basah memeknya,, tapi nggak apa saya suka yang basah-basah,, makin licin makin asikk, makin lancar *******nya makin enakkkkk,,, sedappppp,,, Pak Sandy mendekap pinggul Andini kemudian kembali membombardir vagina
Andini dengan lebih keras dan kencang Plokkkk Plokkkk Plakkk
Plakkkkkkk Plokkkkk Suara benturan itu begitu mengasikkan untuk didengar,
Ahhhh.., Ahhhh,, Pakkk Sandynnn,, Owwwww,, Aaaaawww..Andini memekik-mekik semakin keras ketika Pak Sandy semakin keras menghantam barang kemaluannya, punggung gadis itu yang basah berulang kali diusap oleh Pak Sandy.
Sambil terkekeh kekeh Pak Sandy merayapkan kedua tangannya ke depan kemudian menggenggam induk payudara Andini yang sudah basah oleh lelehan cairan keringatnya, untuk sementara batang kemaluannya diam tidak bergerak dalam jepitan vagina Andini yang sempit, menikmati remasan-remasan dinding vagina Andini yang hangat ketika dinding vagina gadis itu berkontraksi meremas benda asing yang masuk kedalamnya.
Tangan Pak Amir mengelus-ngelus, meresapi kelembutan payudara Andini sebelah bawah kemudian meremas-remas induk payudara gadis itu. Pak Sandy mencabut batang kemaluannya kemudian duduk di kursi.
Andini sini,,, kamu coba deh,, belajar *** Aku melakukan banyak hal
Andini menatap batang kemaluan Pak Sandy, perlahan-lahan Andini mencoba untuk mengangkangi batang kemaluan Pak Sandy, Pak Sandy menarik pinggang Andini untuk turun ketika melihat Andini seperti serba salah, tampaknya Andini masih ragu-ragu untuk memasukkan kembali batang kemaluan Pak Sandy ke dalam lubang vaginanya.
Ahhhhssshhhh, Ahhhhhhh,,, Andini mendesah-desah ketika kepala penis Pak Sandy kembali menekan belahan vaginanya, Andini merasakan lubang vaginanya kembali melar dan disesaki oleh kepala kemaluan Pak Sandy yang bentuknya mirip helm Full Face.
Nafas Andini terengah-engah ketika berhasil menduduki batang kemaluan Pak Sandy, vaginanya yang mungil kini seperti dipanggang oleh batang kemaluan laki-laki tua itu.
Ha Ha Ha Ha,, bagus, bagus,, sekarang coba kamu ayunkan pinggul kamu,, Pak Sandy menurunkan instruksi lebih lanjut.
Setelah berpegangan pada bahu Pak Sandy, Andini mulai mencoba untuk mengayunkan pinggulnya Aaaaaa.,, Aaaaaa,,, Aaaaaah,, Andini mendesah hebat sambil menggeliat-geliatkan tubuhnya, pinggulnya bergerak terayun-ayun, berkali-kali Andini mendesis sambil menengadahkan kepalanya k eatas.
Ayoo,, Andini,, Kamu bisaaaaa!! Terusss..,, Ayooooo,,, Pak Sandy menyemangati Andini agar gadis itu lebih hebat mengayunkan pinggulnya.
Plakkkk,,, Plakkkk,, lebih cepat, lebih cepat pak Amir
menampari pantat Andini agar gadis itu lebih cepat dan kuat mengayunkan pinggulnya.
Ohhhh, Pakk Amirrr,,, Enakkk,, Pakkkk Enakkkk Esssshhhhhhh Andini berteriak liar, gadis itu seperti ditarik tanpa daya kedalam sebuah dunia baru..
Sebuah dunia yang dipenuhi oleh rintihan kenikmatan yang mengurungnya dalam sebuah penjara, batang kemaluan Pak Amir membuatnya tidak dapat lagi keluar dari dalam penjara kenikmatan yang membuatnya semakin terlena, dan semakin terbuai oleh belaian nafsu birahi.
Awwww,,, Crrr Crrrrr,, Blukkk.,, mendadak tubuh Andini roboh terhempas ke pelukan Pak Sandy yang terkekeh-kekeh memeluk erat-erat tubuh gadis itu, nafas gadis itu terputus-putus sesekali Andini merintih lirih ketika Tangan Pak Sandy meremas-remas bongkahan buah pantatnya. Setelah berkali-kali mengecupi bibir gadis itu barulah Pak Sandy mendorong pinggul Andini agar Batang kemaluannya terlepas dari jepitan vagina Andini.
Pak Sandy mendudukkan Andini di pinggiran meja kemudian kedua tangannya mencekal pergelangan kaki gadis itu dan mengangkangkannya keatas. Brukkk,, punggung Andini tergeletak ke belakang AHHHHH.. tubuh Andini tersentak kuat ketika lubang vaginanya kembali disodok oleh batang kemaluan Pak Sandy, Andini menyilangkan kedua tangannya di depan dada berusaha melindungi buah dadanya yang terguncang-guncang dari tatapan mata pak Sandy.
Aduhhh,, !! Andini kamu makin nafsuin dehh
Pak Sandy menggenjot-ngenjotkan batang kemaluannya dalam-dalam. Laki-laki tua itu cengengesan kemudian setelah melepaskan pergelangan kaki Andini sehingga kedua kaki gadis itu terjuntai dipinggiran meja, kedua tangan Pak Sandy mencekal pergelangan tangan gadis itu dan menekankannya keatas meja, kini mata Pak Sandy dapat menatap dengan jelas buah dada Andini yang tergoncang-goncang kencang ketika Pak Sandy menggenjot-ngejot, memompa vagina gadis itu kuat-kuat. Ennnnhhh Ennhhh Enhhhh Owwwwww.! Crrr Crrrr Rengekan-rengekan Andini diakhiri oleh lolongan panjangnya, lubang vagina Andini kembali berdenyut-denyut dengan nikmat.
He he he Pak Amir menggenjotkan batang kemaluannya kuat-kuat kemudian tangan Pak Amir menyelinap mendekap buah pantat Andini.
Hupppp.!! Pak Sandy menggendong tubuh Andini dari sebelah depan Andini mengalungkan kedua tangannya pada leher Pak Amir kemudian Ahhhhh..,, Awwww,, Pakk, Aduhhhhhh,, Tubuh Andini terayun-ayun ketika Pak Amir mengayunkan Batang kemaluannya. Cleppp Cleppppp,, Cleppppp,,, suara-suara becek itu semakin keras terdengar ketika Pak Sandy menghentak-hentakkan batang kemaluannya dengan kasar, menyodok-nyodok lubang vagina Andini tanpa memberi kesempatan sedikitpun bagi Andini untuk melawan.
Pak Amir terus mengocokkan batang kemaluannya kuat kuat, berusaha mengalahkan benteng pertahanan Andini. Pak Sandy mengeram sambil mengerahkan seluruh kemampuannya dan Owwwwwww,,, Aaaaaaaaaaa,,, Crrr Crrrrr Crrrrr kepala Andini terangkat keatas, kedua kaki mulus Andini yang menjepit pinggang Pak Sandy mendadak terlepas dan tergantung tanpa daya. Pak Amir mengecupi bibir Andini yang merekah, dikulumnya bibir mungil gadis itu kuat-kuat.
Pria itu menarik tubuh Andini dan kemudian mengatur posisi gadis itu dalam posisi doggy style di atas lantai, Pak Sandy asik berkutat dengan batang kemaluannya berusaha menaklukkan lubang dubur Andini yang membandel. Jebollll!! Hihhhhh..!! Pak Amir menhentakkan kepala kemaluannya kuat-kuat, Unnnnggghhhhhh Andini mengeluh panjang ketika merasakan lubang duburnya dijebol dengan paksa oleh batang kemaluan Pak Sandy Berkali-kali tubuh Andini terdorong kuat ketika Pak Sandy menghentak-hentakan batang kemaluannya dengan kasar.
Ahhh Ahhhh,, Ahhh Sakit,, pak Sakittt,, aduhhh ampunnn Andini kesakitan ketika Pak Sandy menggerakkan batang kemaluannya dengan kasar memompa lubang anus Andini Plokk Plokkk Plokkkkk Plokkkk suara benturan buah pantat Andini kini diiringi erangan kesakitan gadis itu, laki-laki tua dengan jabatan satpam menyodominya dengan kasar dan liar, semakin keras Andini mengerang semakin keraspula Pak Sandy menghajar dan menggenjoti lubang anus Andini dengan batang kemaluannya.
Awwww.,, Ampunnn Akkhhh Ampun pakkkk.. Andini menjerit jerit kesakitan, Pak Sandy hanya terkekeh-kekeh sambil mengaduk-ngaduk lubang dubur Andini kemudian kembali mengayunkan batang kemaluannya menyodomi Andini. Kisahku Dengan Pembantu
Ampun Andini, Ampunnnn, Awwwwww, Ohhhhhh Andini Bool kamu seret amat kekekekeke Pak Sandy malah mengejek Andini yang memohon ampunan darinya, Sambil berkali-kali menyentakkan batang kemaluannya kuat-kuat.
Pak Sandy membungkukkan punggungnya meneduhi punggung Andini, kedua tangannya merayap ke depan meremas-remas buah dada Andini. Telinga Pak Sandy mendengar suara erangan Andini yang membuatnya semakin bergairah menyodomi lubang anus Andini yang seret.
Huahhhhggggg Kecrottttt. Crotttttttt Pak Sandy meremas-remas susu Andini kuat-kuat sambil menghujamkan batang kemaluannya sedalam-dalamnya kedalam lubang dubur Andini. Setelah terengah-engah beberapa saat kemudian barulah Pak Sandy mencabut batang kemaluannya dari dalam lubang anus gadis Andini, gadis cantik itu terkulai lemas di atas lantai.
Setelah mengecup-ngecup bahu Andini Pak Sandy mengangkat tubuh Andini lalu ditidurkannya gadis itu terlentang diatas meja dalam posisi kedua kakinya yang sengaja dibuat tertekuk mengangkang lebar-lebar oleh laki-laki tua itu, kemudian Pak Sandy menarik sebuah kursi dan duduk dengan santai, berulang kali tangannya menjelajahi tubuh Andini yang sudah tergeletak tanpa daya, meremas payudaranya, mengelusi dan mempermainkan vagina Andini. Telapak tangan Pak Sandy yang kasar tidak pernah merasa bosan untuk mengusap-ngusap pangkal paha Andini yang lembut. Hari masih siang, Pak Sandy berusaha secepat mungkin mengumpulkan tenaganya agar dapat segera menyetubuhi gadis itu kembali dan merenguk kenikmatan dari tubuh Andini yang terlentang dengan pasrah diatas meja.