Mencuri Berujung Ngentod
Perkenalkan nama ku Aldo, usiaku 18 tahun, aku sendiri anak ke 3 dari 4 bersaudara, kaka pertama ku cewe bernama sherly, dia sudah berumah tangga dan juga sudah mempunyai anak.
Kalo kaka ke 2 ku bernama Anita, umurnya sekitar 24 tahun. Dia masih kuliah disalah satu universitas yang ada di Bandung. Dia sangat mirip sekali dengan ibuku sampai – sampai tetangga ku bilang kalo wajah kakakku dan mamaku bagaikan buah pinang yang dibelah 2.
Lanjut adik aku yang paling bontot namanya Ciko, kalo dia masih duduk disalah satu sekolah dasar yang ada dI Bandung. Dia sangat mahir sekali dalam berhitung.
Kalo papa aku sendiri bernama Rahman keturunan minang berusia 40 tahun dengan tinggi kurang lebih 170. Meskipun bisa dikatakan sudah berumur, tetapi ayah ku masi tetap terlihat sangat tampan dan terlihat seperti awet muda hanya saja perlahan rambutnya sudah mulai berubah warna. Wajarlah untuk seorang pria pekerja keras dengan usia 40 tahun.
Terakhir adalah ibu ku bernama Sabrina keturunan Bandung(jawa barat). Berusia 37 tahun, tidak jauh berbeda dengan ayah ku hanya yang berusia 40 tahun saja, tinggi nya serkitar 165 an tentunya cukup tinggi untuk ideal nya tinggi perempuan. Kulit putih dan berlesung pipi ciri khas nya perempuan sunda. Tidak sedikit orang disekitar rumah kami yang memanggil ibuku dengan sebutan teteh gelis. Ga jauh beda dengan kakak ku yang cantik dan jadi incaran banyak kaum pria apalagi kaka ku yang no 2 bernama Anita, kulit putih rambut panjang, payudara yang besar dan bokong yang terlihat semok membuat dia banyak dikagumi pria disekitar tempat tinggal kami.
Diusia ayah aku yang sebntar lagi yang menginjak 41 tahun tentu tidak layak lagi kalo untuk bekerja keras setiap harinya, rasanya tidak tega saat aku melihat iya pergi kepasar untuk membeli bahan – bahan makanan untuk dijual ibuku di warung makannya. Sudah hampir 6 tahun ayahku dan ibuku menjalani bisnis kuliner, hidup kami bergantung pada warun makan yang dikelola ayah dan ibuku.
Singkat cerita disaat malam hari disaat ibuku dan ayah ku tidak berada dirumah karna masih berjualan diawarung, aku mendengar suara aneh yang aku denger berulang – ulang. aku mendengar seperti suara langkah kaki berjalan pelan – pelan, tetapi hanya sesekali saja dan tidak begitu sering, aku sempat berfikir kalo mungkin aku hanya berhalusiunasi saja.
Beberapa menit kemudian aku mendenmgar nya lagi dan kali ini aku mendengar jelas, aku mencari sumber suara itu berasal dari mana? Betapa kaget nya aku mengetahui ada orang yang menggunakan pakaian seba hitam dan memakai topeng. Kaki ku bergetar dan jantung ku bergetar hebat saat itu. Saat aku hendak menelpon ayahku tiba -tiba mendadak sebatang logam dingin menempel di leherku dan tanganku dipiting seseorang, jangan bergerak atau gue gorok, ujar seseorang dengan suara parau.
Kemudian mulut ku ditutup menggunakan lakban dan kedua tangan ku diikat menggunakan seutas tali, begitupun juga dengan kaki ku. Tak lama kemudian aku mendengar teriakan kakak ku yang diseret menuju keruang tamu bersama ku dan tentunya mulut beserta tangan kakak ku ikut diikat dan ditutup mulutnya. Dimana kalian simpan barang – barang berharga kalian ujar perampok berinisial A dengan nada keras, kakakku hanya bisa pasrah dan mengatakan sebagian barang – barang berharga milik kakak ku. Tak puas dengan hasil yang ia dapat perlahan perampok berinisial A mendekati kakak ku dan mulai melihat payudara kakak ku yang terlihat besar karna hanya menggunakan tangtop ketat dan celana pendek.
Disaat perampok akan menyentuh tubuh kakakku, kakakkupun berusaha memberontak dan alhasil sebuah belati menempel dipipi kakak ku dan membuat diam seketika, perlahan mulai meremas payudara kakakku yang terlihat besar dan sangat menggoda. kakakku hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa – apa saat itu hanya mampu membelalak dan mengeluarkan air mata sambil mengeluarkan suara tersendat. Akupun sangat geram namun tidak bisa berbuat banyak, tapi yang terjadi di luar dugaan, si perampok menyelipkan pisaunya di tali tangtop kakakku sehingga terputus nampak terlihat bahunya yang putih bersih dan tali BH nya.
Si perampok dengan kasar segera meremas-remas payudara kakakku yang cukup besar itu, mengeluarkan dari mangkuk BH nya dan membetot-betot ringan putingnya yang kecoklatan itu, kakakku hanya bisa meringis dan terisak. Lalu kembali ia sisipkan pisau di tali BH kakak ku hingga terputus dan terlepas & terhempas ringan di pangkuan kakak ku Kembali ia remas-remas payudara kakak ku dan mempermainkan putingnya. Cukup lama ia mempermainkan payudara kakak ku di hadapanku dan rekannya sambil tertawa-tawa dan memberi komentar nakal soal kakakku.
Kemudian perampok mendekat dan mulai membuka penutup mulut kakak ku sembari mengancam untuk tidak teriak “jangan teriak atau leher kamu saya gorok” ujar siperampok dengan nada tinggi, kakak ku hanya bisa pasrah dan terdiam. Perlahan permapok berinisial B menurunkan celananya dan mulai mengeluarkan Rudalnya dan mulai memaksa kakakku untuk menghisap rudal nya. Sungguh biadap kelakuan mereka, aku geram, emosi ku terus memuncak melihat pelecehan yang dialami kakak ku.
Perlahan kakak ku menyerah dan dengan wajah jijik membuka bibirnya dan dengan paksa si perampok mendesakan batang kontolnya ke mulut kakak ku membuatnya terbatuk-batuk dan kian deras mengeluarkan airmata.
ooh… terus sayang, hisap terus.. ahhh, terangnya sambil menjambak rambut kakak ku dan satu tangan lain meremas-remas kasar payudara mama sambil sesekali memelintir putingnya.
Kakak ku tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan bejat si perampok, mengulum dan menjilat batang kemaluan dan biji pelir si perampok sampai akhirnya si perampok menarik kepala kakak ku, menahannya hingga kakak ku nyaris tak bisa bernafas dan menghujamkan kontolnya dalam-dalam sambil mengerang…
ahhh… ahhh… hisap sampai habis sayang… ahhhss, teriaknya dengan tubuh mengejang. Sadarlah aku kalau ia tengah ejakulasi di dalam mulut kakak ku yang matanya hanya menampakan putihnya saja, dan kakak ku mau tak mau harus menampungnya dengan paksa.
Sekian menit berlalu ketika si perampok melepaskan kepala kakak ku, kakak ku dengan berlinang air mata dan wajah memerah terbatuk-batuk dan memuntahkan cairan putih kental ke lantai.
Bersambung….