Dipaksa Melayani Nafsu Saat Jam Istirahat Kerja

Seperti hal lainnya dalam satu perusahaan tidak hanya orang pribumi yang bekerja tetapi ada orang asing di dalamnya, entha dalam bidang teknik, tenaga ahli dsb, kenbaykan di perusahaan tersebut untuk orang asingnya orang orang pakistan dan orang india.
Telah menjadi kebiasaan di kantor Angel di lantai 23, apabila tiap jam istirahat, yaitu jam 12 sampai jam 2 siang, Maka para karyawan termasuk apra pmimpinan perusahaan keluar makan siang sehingga suasana di lantai 23 sangat sepi, cuma di tunggui oleh satpam yang duduk di depan pintu luar dekat lift, sambil juga berindak sebagai operator sementara tiap jam istirahat.
Akan tetapi telah menjadi kebiasaan sejak Angel mulai bekerja di kantor tersebut 4 bulan lalu, Angel lebih sering istirahat sambi lmakan makanan yang dibawa dari rumahnya. di runag kerjannya sendirian. Hal ini rupannya telah sejak lama diperhatikan oleh Pak Doni singh, salah seorang tenaga ahli berasal dari India, yang bekerja di lantai 26.
Pak Doni sering turun melalui tangga apabila ia pergi ke bagian pemasaran yang terletak di ruangan sebelah barat di lantai 23, sedangkan ruangan daerah Angel bekerja & tangga penghubung terletak di ujung sebelah Timur lantai 23, Pak Doni sangat tertarik melihat Angel, karena Angel yang berumur 28 tahun, merupakan seorang wanita Jawa, yang sangat cantik.
Dapat di gambarkan sosok Angel merupakan Wanita bertampang Jawa, yang sangat cantik & manis, dengan kulit agak kuning langsat, tinggi badan sekitar 165 cm, potongan muka manis, agak memanjang dan rambut hitam bergelombang terurai sampai baru. Badannya tinggi sesampai dapat dikatakan kurus dengan berat badan sekitar 47 kg, dadanya adak rata cuma terlihat tonjolan buah dadanya yang kecil, sedangkan pinggangnya amat langsung dengan perut yang rata, pinggulnya serasi dengan pantatnya yang kecil tapi padat.
Tungkai pacuma & kakinya terlihat panjang serasi dgn bentuk badannya. Apabila berjalan badannya terlihat sangat gemulai & pembawaan Angel terlihat sangat kalem malah dapat dikatakan malu-malu.
Pak Doni sendiri merupakan seorang pria berumur mendekati 40 tahun, bekulit gelap dgn badan tinggi 178 cm & besar, sedangkan kedua tangannya kekar terlihat berbulu lebat, apalagi pada bagian dada & kakinya. Kedua pacuma terlihat sangat gempal.
Angel memang agak risih juga terhadap Pak Doni, karena tiap kali Pak Doni lewat depan ruangannya, Pak Doni selalu melirik & melempar senyum kepada Angel & kalau kebetulan Angel tidak melihat keluar, maka Pak Doni akan mendehem atau membuat gerakan-gerakan yang menimbulkan suara, sehingga Angel akan terpancing untuk melihat keluar.
Angel agak ngeri juga melihat tampang Pak Doni yang berewokan itu dgn badannya yang gelap & tinggi besar. Angel telah mempunyai pacar, yang orang Jawa juga & badan pacarnya agak ceking & tidak terlalu tinggi, kurang lebih sama tingginya dgn Angel.
Sampai pada suatu hari, pada hari itu Angel ke kantor mengenakan baju terusan mini berwarna coklat muda yang memakai kancing depan dari atas sampai batas perut. Seperti biasa tepat jam 12 siang, para karyawan & boss di lantai 23 telah pada keluar kantor, sehingga di lantai 23 cuma tinggal Angel sendiri yang sedang makan siang di ruangannya.
Tiba-tiba Pak Doni melintas di depan ruangan Angel & terus menuju ke bagian ruangan sebelah barat. Tapi seluruh lantai 23 ternyata kosong, semua karyawan telah keluar makan siang. Begitu melintas di pintu keluar satu-satunya yang menuju lift, Pak Doni memutar kunci pada pintu keluar yang tertutup.
Setelah itu Pak Doni kembali menuju ke ruangan Angel yang terletak di ujung Timur itu. Secara perlahan-lahan Pak Doni mendekati ruangan Angel & mengintip ke dalam, Angel sedang duduk membelakangi pintu menghadap ke jendela kaca sambil makan.
Secara perlahan-lahan Pak Doni masuk ke dalam ruangan kerja Angel & langsung mengunci pintunya dari dalam. Mendengar suara pintu terkunci Angel menoleh ke belakang dan, tiba-tiba mukanya menjadi pucat. ia segera berdiri dari daerah duduknya sambil berkata,
“Sir, apa-apaan ini, kenapa anda masuk ke ruangan saya & mengunci pintunya?”, tapi Pak Doni cuma memandang Angel dgn tersenyum tanpa berkata apa-apa. Angel semakin panik & berkata, “Harap anda segera keluar atau saya akan berteriak!”.
Tapi dgn kalem Pak Doni berkata, “silakan saja nona manis.., jika anda mau menimbulkan skandal & tiap orang di gedung ini akan mempergunjingkan kamu selama-lamanya”. Mendengar itu Angel yang pada dasarnya agak pemalu menjadi ngeri juga akibatnya jika ia berteriak. Bagaimana ia akan menaruh mukanya di hadapan teman-temannya jika terjadi skandal.
Sementara Angel berada dalam keadaan ragu-ragu, dgn cepat Pak Doni berjalan medekat ke arah Angel & karena ruangan kerja Angel yang sempit itu, begitu Angel akan mundur untuk menghindar, ia langsung kepepet pada meja kerja yang berada di belakangnya.
Dgn cepat kedua tangan Pak Doni yang penuh dgn bulu tersebut memeluk badan Angel yang ramping & mendekap Angel ke tubuhnya. Karena badan Angel yang sangat langsing & dapat dikatakan tinggi kurus itu, lelaki tersebut merasakan seakan-akan memeluk kapas & sangat ringkih sehingga harus diperlakukan dgn sangat lembut & hati-hati.
Pak Doni memegang kedua lengan bagian atas Angel dekat bahu, sambil mendorong badan Angel hingga tersandar di meja kerja, kemudian Pak Doni mengangkat badan Angel dengan mudah & sangat hati-hati & mendudukkannya di atas meja kerja Angel, kemudian kedua tangan Angel diletakan di belakang badan Angel & dipegang dengan tangan kirinya.
Badan Pak Doni dirapatkan diantara kedua kaki Angel yang tergantung di tepi meja & paha Pak Doni yang sebelah kiri menekan rapat pada tepi meja sehingga kedua paha Angel terbuka. Tangan kiri Pak Doni yang memegang kedua tangan Angel di belakang badan Angel ditekan pada bagian pantat Angel ke depan, sehingga badan Angel yang sedang duduk di tepi meja, terdorong & kemaluan Angel melekat rapat pada paha sebelah kiri Pak Doni yang berdiri menyamping di depan Angel.
Tangan kanan Pak Doni yang bebas dgn cepat mulai membuka kancing-kancing depan baju terusan yang dikenakan Angel. Badan Angel cuma bisa menggeliat-geliat, “Jangan…, jangan lakukan itu!, stoooppp…, stoopppp”, akan tetapi Pak Doni tetap melanjutkan aksinya itu. Sebentar saja baju bagian depan Angel telah terbuka, sehingga kelihatan dadanya yang kecil mungil itu ditutupi dgn BH yang berwarna putih bergerak naik turun mengikuti irama nafasnya. Tante Sifa Minta Dihamilin
Perutnya yang rata & mulus itu terlihat sangat mulus & merangsang. Tangan kanan Pak Doni bergerak ke belakang badan Angel & membuka pengait BH Angel. Kemudian Pak Doni menarik ke atas BH Angel dan…, sekarang terpampang kedua buah dada Angel yang kecil mungil sangat mulus dgn putingnya yang coklat muda agak tegang naik turun dgn cepat karena nafas Angel yang tidak teratur.
“Oooohh…, ooohh…, jaanggaannn…, jaannnggaann!”. Erangan Angel tidak dipedulikan oleh pria tersebut, malah mulut Pak Doni mulai mencium belakang telinga Angel & lidahnya bermain-main di dalam kuping Angel. Hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli, yang menyebabkan badan Angel menggeliat-geliat & tak terasa Angel mulai terangsang juga oleh permainan Pak Doni ini.
Mulut Pak Doni berpindah & melumat bibir Angel dgn ganas, lidahnya bergerak-gerak menerobos ke dalam mulut Angel & menggelitik-gelitik lidah Angel. “aahh…, hmm…, hhmm”, terdengar suara mengguman dari mulut Angel yang tersumbat oleh mulut Pak Doni.
Badan Angel yang tadinya tegang mulai agak melemas, mulut Pak Doni sekarang berpindah & mulai menjilat-jilat dari dagu Angel turun ke leher, kepala Angel tertengadah ke atas & badan bagian atasnya yang terlanjang melengkung ke depan, ke arah Pak Doni, toketnya yang kecil mungil tapi bulat kencang itu, seakan-akan menantang ke arah lelaki India tersebut.
Pak Doni langsung bereaksi, tangan kanannya memegangi bagian bawah toket Angel, mulutnya menciumi & mengisap-isap kedua puting itu secara bergantian. Mulanya buah dada Angel yang sebelah kanan menjadi sasaran mulut Pak Doni.
Buah dada Angel yang kecil mungil itu hampir masuk semuanya ke dalam mulut Pak Doni yang mulai mengisap-isapnya dgn lahap. Lidahnya bermain-main pada puting buah dada Angel yang segera bereaksi menjadi keras.
Terasa sesak napas Angel menerima permainan Pak Doni yang lihai itu. Badan Angel terasa makin lemas & dari mulutnya terus terdengar erangan,
“Sssshh…, ssssshh…, aahh…, aahh…, ssshh…, sssshh…, jangaann…, diiteeruussiinn”, mulut Pak Doni terus berpindah-pindah dari buah dada yang kiri, ke yang kanan, mengisap-isap & mejilat-jilat kedua puting buah dada Angel secara bergantian selama kurang lebih lima menit.
Badan Angel benar-benar telah lemas menerima perlakuan ini. Matanya terpejam pasrah & kedua putingnya telah benar-benar mengeras. Dalam keadaan terlena itu tiba-tiba badan Angel tersentak, karena ia merasakan tangan Pak Doni mulai mengelus-elus pacuma yang terbuka karena baju mininya telah terangkat sampai pangkal pahanya.
Angel mencoba menggeliat, badan & kedua kakinya digerak-gerakkan untuk mencoba menghindari tangan lelaki tersebut beroperasi di pahanya, akan tetapi karena badan & kedua tangannya terkunci oleh Pak Doni, maka ia tidak bisa berbuat apa-apa, yang cuma dapat dilakukan oleh Angel merupakan cuma mengerang, “Jaanngaannnn…, jaannngggannn…, diitteeerruusiin”, akan tetapi suaranya semakin lemah saja.
Melihat kondisi Angel seperti itu, Pak Doni yang telah berpengalaman, yakin bahwa wanita ayu ini telah berada dalam genggamannya. Aktivitas tangan Pak Doni makin ditingkatkan, terus bermain-main di paha Angel yang mulus itu & secara perlahan-lahan merambat ke atas dan, tiba-tiba jarinya menyentuh bibir kemaluan Angel.
Segera badan Angel tersentak dan, “aahh…, jaannggaan!”, mula-mula cuma ujung jari telunjuk Pak Doni yang mengelus-elus bibir kemaluan Angel yang menutup CD, akan tetapi tak lama kemudian tangan kanan Pak Doni menarik CD Angel & memaksanya lepas dari pantatnya & meluncur keluar di antara kedua kaki Angel.
Angel tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghindari perbuatan Pak Doni ini. Sekarang Angel dalam posisi duduk di atas meja dgn tidak memakai CD & kedua buah dadanya terbuka karena BH-nya telah terangkat ke atas.
Muka Angel yang ayu terlihat merah merona dgn matanya yang terpejam sayu, sedangkan giginya terlihat menggigit bibir bawahnya yang bergetar.
Kelihatan perasaan putus asa & pasrah sedang melanda Angel, disertai dorongan birahinya yang tak terbendung melandanya. Melihat ekspresi muka Angel yang tak berdaya seperti itu, makin membangkitkan nafsu birahi lelaki tersebut. Berawal Dari Message Berujung Ngentod
Pak Doni melihat ke arah jam yang berada di dinding, pada saat itu baru menunjukan pukul 12.30, berarti ia masih punya waktu kurang lebih satu setengan jam untuk menuntaskan nafsunya itu. Pada saat itu Pak Doni telah yakin bahwa ia telah menguasai situasi, tinggal melakukan tembakan terakhir saja.
Tampa menyia-nyiakan waktu yang ada, Pak Doni, dgn tetap mengunci kedua tangan Angel, tangan kanannya mulai membuka kancing & retsliting celananya, setelah itu ia melepaskan celana yang dikenakannya sekalian dgn CD-nya.
Pada saat CD-nya terlepas, maka senjata Pak Doni yang telah tegang sejak tadi seolah-olah akan terlonjak bebas mengangguk-angguk dengan perkasa. Pak Doni agak merenggangkan badannya, maka terlihat oleh Angel benda yang sedang mengangguk-angguk itu, badan Angel tiba-tiba menjadi tegang & mukanya menjadi pucat, kedua matanya terbelalak melihat benda yang terletak di antara kedua paha lelaki India itu.
Benda tersebut hitam besar kelihatan gemuk dgn urat yang melingkar, sangat panjang, sampai di atas pusar lelaki tersebut, dgn besarnya kurang lebih 6 cm & kepalanya berbentuk bulat lonjong seperti pohon jamur. Tak terasa dari mulut Angel terdengar jeritan tertahan, “liihh”, disertai badannya yang merinding.
Angel belum pernah melihat alat vital lelaki sebesar itu. Angel merasa ngeri. “Bisa jebol milikku dimasuki benda itu”, gumannya dalam hati. Namun Angel tak dapat menyembunyikan kekagumannya. Seolah-olah ada pesona tersendiri hingga pandangan matanya seakan-akan terhipnotis, terus tertuju ke benda itu.
Pak Doni menatap muka Angel yang sedang terpesona dgn mata terbelalak & mulut setengah terbuka itu, “Kau Cantik sekali Angel…”, gumam Pak Doni mengagumi kecantikan Angel.
Kemudian dgn lembut Pak Doni menarik tubuh Angel yang lembut itu, sampai terduduk di pinggir meja & sekarang Pak Doni berdiri menghadap langsung ke arah Angel & karena yakin bahwa Angel telah dapat ditaklukkannya, tangan kirinya yang memegang kedua tangan Angel, dilepaskannya & langsung kedua tangannya memegang kedua kaki Angel, bahkan dgn gemas ia mementangkan kedua belah paha Angel lebar-lebar.
Matanya benar-benar nanar mengamati daerah di sekitar selangkangan Angel yang telah terbuka itu. Nafas laki-laki itu terdengar ditengah-tengah perburuan. Biarpun kedua tangannya telah bebas, tapi Angel tidak bisa berbuat apa-apa karena di samping badan Pak Doni yang besar, Angel sendiri merasakan badannya amat lemas serta panas & perasaannya sendiri mulai diliputi oleh suatu sensasi yang mengila, apalagi melihat tubuh Pak Doni yang besar dgn berbulu kemaluannya yang hitam, besar yang di ujung kepalanya membulat mengkilat dgn pangkalnya yang ditumbuhi rambut yang hitam panjangnya terletak di antara kedua paha yang hitam gempal itu.
Sambil memegang kedua paha Angel & merentangkannya lebar-lebar, Pak Doni membenamkan kepalanya di antara kedua paha Angel. Mulut & lidahnya menjilat-jilat penuh nafsu di sekitar kemaluan Angel yang masih rapat, tertutup rambut halus itu.
Angel cuma bisa memejamkan mata, “Ooohh…, nikmatnya…, ooohh!”,
Angel menguman dalam hati, mulai bisa menikmatinya, sampai-sampai tubuhnya bergerak menggelinjang-gelinjang kegelian.
“Ooooohh…, hhmm!”, terdengar rintihan halus, memelas keluar dari mulutnya. “Paakkk…, aku tak tahan lagi…!”, Angel memelas sambil menggigit bibir.
Sungguh Angel tidak bisa menahan lagi, ia telah diliputi nafsu birahi, perasaannya yang halus, terasa tersiksa antara rasa malu karena telah ditaklukan oleh orang India yang kasar itu dgn gampang & perasaan nikmat yang melanda di sekujur tubuhnya akibat serangan-serangan mematikan yang dilancarkan Pak Doni yang telah bepengalaman itu.
Namun rupanya lelaki India itu tidak peduli, bahkan amat senang melihat Angel telah mulai merespon atas cumbuannya itu. Tangannya yang melingkari kedua pantat Angel, kini dijulurkan ke atas, menjalar melalui perut ke arah dada & mengelus-elus serta meremas-remas kedua toket Angel dgn sangat bernafsu.
Menghadapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Pak Doni ini, Angel benar-benar sangat kewalahan & kemaluannya telah sangat basah kuyup. “Paakkk…, aakkhh…, aakkkhh!”, Angel mengerang halus, kedua pacuma yang jenjang mulus menjepit kepala Pak Doni untuk melampiaskan derita birahi yang menyerangnya, dijambaknya rambut Pak Doni keras-keras.
Kini Angel tak peduli lagi akan bayangan pacarnya & kenyataan bahwa lelaki India itu sebenarnya sedang memperkosanya, perasaan & pikirannya telah diliputi olen nafsu birahi yang menuntut untuk dituntaskan. Wanita ayu yang lemah lembut ini benar-benar telah ditaklukan oleh permainan laki-laki India yang dapat membangkitkan gairahnya.
Tiba-tiba Pak Doni melepaskan diri, kemudian bangkit berdiri di depan Angel yang masih terduduk di tepi meja, ditariknya Angel dari atas meja & kemudian Pak Doni gantian bersandar pada tepi meja & kedua tangannya menekan bahu Angel ke bawah, sehingga sekarang posisi Angel berjongkok di antara kedua kaki berbulu Pak Doni & kepalanya tepat sejajar dgn bagian bawah perutnya. Angel telah tahu apa yang diinginkan Pak Doni, namun tanpa sempat berpikir lagi, tangan Pak Doni telah meraih belakang kepala Angel & dibawa mendekati kejantanan Pak Doni, yang sungguh luar biasa itu.
Tanpa mendapat perlawanan yang berarti dari Angel, kepala kontol Pak Doni telah terjepit di antara kedua bibir mungil Angel, yang dgn terpaksa dicobanya membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu Angel mulai mengulum alat vital Pak Doni ke dalam mulutnya, hingga membuat lelaki India itu melek merem keenakan.
Benda itu hanya masuk bagian kepala & sedikitnya saja ke dalam mulut Angel yang kecil, itupun telah terasa sepenuhnya benar. Angel hampir sesak napas dibuatnya. Kelihatan Angel bekerja keras, menghisap, mengulum serta mempermainkan batang itu keluar masuk ke dalam mulut. Terasa benar kepala itu bergetar hebat tiap kali lidah Angel menyapu kepalanya.
Beberapa saat kemudian Pak Doni melepaskan diri, ia mengangkat badan Angel yang terasa sangat ringan itu & membaringkan di atas meja dengan pantat Angel terletak di tepi meja, kaki kiri Angel diangkat agak melebar ke samping, di tepi pinggang lelaki tersebut. Kisah Ku Pecahkan Perawan Cinta Pertama ku
Kemudian Pak Doni mulai berusaha memasuki tubuh Angel. Tangan kanan Pak Doni menggenggam batang kontolnya yang besar itu & kepala kontolnya yang membulat itu digesek-gesekkannya pada clitoris & bibir kemaluan Angel, hingga Angel merintih-rintih kenikmatan & badannya tersentak-sentak. Pak Doni terus berusaha menekan senjatanya ke dalam kemaluan Angel yang memang telah sangat basah itu, akan tetapi sangat sempit untuk ukuran kontol Pak Doni yang besar itu.
Pelahan-lahan kepala kontol Pak Doni itu menerobos masuk membelah bibir kemaluan Angel. Saat kepala kontol lelaki India itu menempel pada bibir kemaluannya, Angel merasa kaget saat menyadari saluran memeknya ternyata panas & basah. la berusaha memahami kondisi itu, namun semua pikirannya segera lenyap, saat lelaki itu memainkan kepala kontolnya pada bibir kemaluannya yang menimbulkan suatu perasaan geli yang segera menjalar ke seluruh tubuhnya.
Dalam keadaan Angel yang sedang gamang & gelisah itu, dgn kasar Pak Doni tiba-tiba menekan pantatnya kuat-kuat ke depan sehingga pinggulnya menempel ketat pada pinggul Angel, rambut lebat pada pangkal kontol lelaki tersebut mengesek pada kedua paha bagian atas & bibir kemaluan Angel yang makin membuatnya kegelian, sedangkan seluruh batang kontolnya amblas ke dalam liang memek Angel.
Dgn tak kuasa menahan diri, dari mulut Angel terdengar jeritan halus tertahan, “Aduuuh!.., ooooooohh.., aahh”, disertai badannya yang tertekuk ke atas & kedua tangan Angel mencengkeram dgn kuat pinggang Pak Doni. Perasaan sensasi luar biasa bercampur sedikit pedih menguasai diri Angel, hingga badannya mengejang beberapa detik.
Pak Doni cukup mengerti keadaan Angel, saat ia selesai memasukkan seluruh batang kontolnya, ia memberi kesempatan kemaluan Angel untuk bisa menyesuaikan dgn kontolnya yang besar itu. Angel mulai bisa menguasai diri. Beberapa saat kemudian Pak Doni mulai menggoyangkan pinggulnya, mula-mula perlahan, kemudian makin lama semakin cepat. Seterusnya pinggul lelaki India itu bergerak dgn kecepatan tinggi diantara kedua paha halus wanita ayu tersebut.
Angel berusaha memegang lengan pria itu, sementara tubuhnya bergetar & terlonjak dgn hebat akibat dorongan & tarikan kontol lelaki tersebut pada kemaluannya, giginya bergemeletuk & kepalanya menggeleng-geleng ke kiri kanan di atas meja.
Angel mencoba memaksa kelopak matanya yang terasa berat untuk membukanya sebentar & melihat wajah gelap lelaki India yang sedang menatapnya, dgn takjub. Angel berusaha bernafas & :” “Paak…, aahh…, ooohh…, ssshh”, sementara pria tersebut terus menyetubuhinya dgn ganas.
Angel sungguh tak kuasa untuk tidak merintih tiap kali Pak Doni menggerakkan tubuhnya, gesekan demi gesekan di dinding liang memeknya, sungguh membuat Angel melayang-layang dalam sensasi kenikmatan yang belum pernah ia alami.
Tiap kali Pak Doni menarik kontolnya keluar, Angel merasa seakan-akan sebagian dari badannya turut terbawa keluar dari tubuhnya & pada gilirannya Pak Doni menekan masuk kontolnya ke dalam memek Angel, maka klitoris Angel terjepit pada batang kontol Pak Doni & terdorong masuk kemudian tergesek-gesek dgn batang kontol Pak Doni yang berurat itu.
Hal ini menimbulkan suatu perasaan geli yang dahsyat, yang mengakibatkan seluruh badan Angel menggeliat & terlonjak, sampai badannya tertekuk ke atas menahan sensasi kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dgn kata-kata.
Lelaki tersebut terus menyetubuhi Angel dgn cara itu. Sementara tangannya yang lain tidak dibiarkan menganggur, dgn terus bermain-main pada bagian dada Angel & meremas-remas kedua toket Angel secara bergantian. Angel dapat merasakan puting susunya telah sangat mengeras, runcing & kaku.
Angel bisa melihat bagaimana batang kontol yang hitam besar dari lelaki India itu keluar masuk ke dalam liang kemaluannya yang sempit. Angel selalu menahan nafas saat benda itu menusuk ke dalamnya. Kemaluannya hampir tidak dapat menampung ukuran kontol Pak Doni yang super besar itu.
Angel menghitung-hitung detik-detik yang berlalu, ia berharap lelaki India itu segera mencapai klimaksnya, namun harapannya itu tak kunjung terjadi. la berusaha menggerakkan pinggulnya, akan tetapi paha, bokong & kakinya mati rasa.
Tapi ia mencoba berusaha membuat lelaki itu segera mencapai klimaks dgn memutar bokongnya, menjepitkan pahanya, akan tetapi Pak Doni terus menyetubuhinya & tidak juga mencapai klimaks.
Lalu tiba-tiba Angel merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya, sesuatu yang tidak pernah ia rasakan saat bersetubuh dgn pacarnya, rasanya seperti ada kekuatan dahsyat pelan-pelan bangkit di dalamnya, perasaan yang tidak diingininya, tidak dikenalnya, keinginan untuk membuat dirinya meledak dalam kenikmatan.
Angel merasa dirinya seperti mulai tenggelam dalam genangan air, dgn gleiser di dalam memeknya yang siap untuk membuncah setinggi-tingginya. Saat itu ia tahu dgn pasti, ia akan kehilangan kontrol, ia akan mengalami orgasme yang luar biasa dahsyatnya. la ingin menangis karena tidak ingin itu terjadi dalam suatu persetubuhan yang sebenarnya ia tidak rela, yang merupakan suatu perkosaan itu.
la yakin sebentar lagi ia akan ditaklukan secara total oleh monster India itu. Jari-jarinya dgn keras mencengkeram tepi meja, ia menggigit bibirnya, memohon akal sehatnya yang telah kacau balau untuk mengambil alih & tidak membiarkan memeknya menyerah dalam suatu penyerahan total.
Angel berusaha untuk tidak menanggapi lagi. la memiringkan kepalanya, berjuang untuk tidak memikirkan percumbuan lelaki tersebut yang luar biasa. Akan tetapi…, tidak bisa, ini terlalu nikmat…, proses menuju klimaks rasanya tidak dapat terbendung lagi.
Orgasmenya tinggal beberapa detik lagi, dgn sisa-sisa kesadaran yang ada Angel masih mencoba mengingatkan dirinya bahwa ini merupakan suatu pemerkosaan yang brutal yang sedang dialaminya & tak pantas kalau ia turut menikmatinya, akan tetapi bagian dalam memeknya menghianatinya dgn mengirimkan signal-signal yang sama sekali berlawanan dgn keinginannya itu, Angel merasa sangat tersiksa karena harus menahan diri.
Akhirnya sesuatu melintas pada pikirannya, buat apa menahan diri?, Supaya membuat laki-laki ini puas atau menang?, persetan, akhirnya Angel membiarkan diri terbuai & larut dalam tuntutan badannya & terdengar erangan panjang keluar dari mulutnya yang mungil, “Ooooh…, ooooooh…, aahhmm…, ssstthh!”.
Wanita ayu itu melengkungkan punggungnya, kedua pacuma mengejang serta menjepit dgn kencang, menekuk ibu jari kakinya, membiarkan bokongnya naik-turun berkali-kali, keseluruhan badannya berkelonjotan, menjerit serak dan…, akhirnya larut dalam orgasme total yang dgn dahsyat melandanya, diikuti dgn suatu kekosongan melanda dirinya & keseluruhan tubuhnya merasakan lemas seakan-akan seluruh tulangnya copot berantakan. Angel terkulai lemas tak berdaya di atas meja dgn kedua tangannya terentang & pacuma terkangkang lebar-lebar dimana kontol hitam besar Pak Doni tetap terjepit di dalam liang memeknya.
Selama proses orgasme yang dialami Angel ini berlangsung, memberikan suatu kenikmatan yang hebat yang dirasakan oleh Pak Doni, dimana kontolnya yang masih terbenam & terjepit di dalam liang memek Angel & merasakan suatu sensasi luar biasa, batang kontolnya serasa terbungkus dgn keras oleh sesuatu yang lembut licin yang terasa mengurut-urut seluruha kontolnya, terlebih-lebih pada bagian kepala kontolnya tiap terjadi kontraksi pada dinding memek Angel, yang diakhiri dgn siraman cairan panas.
Perasaan Pak Doni seakan-akan menggila melihat Angel yang begitu cantik & ayu itu tergelatak pasrah tak berdaya di hadapannya dgn kedua paha yang halus mulus terkangkang & bibir kemaluan yang kuning langsat mungil itu menjepit dgn ketat batang kontolnya yang hitam besar itu.
Tidak sampai di situ, beberapa menit kemudian Pak Doni membalik tubuh Angel yang telah lemas itu hingga sekarang Angel setengah berdiri tertelungkup di meja dgn kaki terjurai ke lantai, sehingga posisi pantatnya menungging ke arah Pak Doni.
Pak Doni ingin melakukan doggy style rupanya. Tangan lelaki India itu kini lebih leluasa meremas-remas kedua buah toket Angel yang kini menggantung ke bawah. Dgn kedua kaki setengah tertekuk, secara perlahan-lahan lelaki tersebut menggosok-gosok kepala kontolnya yang telah licin oleh cairan pelumas yang keluar dari dalam memek Angel pada permukaan lubang anus Angel yang menimbulkan suatu sentakan kejutan pada seluruh badan Angel, kemudian menempatkan kepala kontolnya pada bibir kemaluan Angel dari belakang.
Dgn sedikit dorongan, kepala kontol tersebut membelah & terjepit dgn kuat oleh bibir-bibir kemaluan Angel. Kedua tangan Pak Doni memegang pinggul Angel & mengangkatnya sedikit ke atas sehingga posisi bagian bawah badan Angel tidak terletak pada meja lagi, cuma kedua tangannya yang masih bertumpu pada meja.
Kedua kaki Angel dikaitkan pada paha laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut menarik pinggul Angel ke arahnya, berbarengan dgn mendorong pantatnya ke depan, sehingga disertai keluhan panjang yang keluar dari mulut Angel, “Oooooooh!”, kontol laki-laki tersebut menerobos masuk ke dalam liang memeknya & Pak Doni terus menekan pantatnya sehingga perutnya yang bebulu lebat itu menempel ketat pada pantat Angel yang setengah terangkat.
Selanjutnya dgn ganasnya Pak Doni memainkan pinggulnya maju mundur dgn cepat sambil mulutnya mendesis-desis keenakan merasakan kontolnya terjepit & tergesek-gesek di dalam lubang memek Angel yang ketat itu.
Sebagai seorang wanita Jawa yang tiap hari minum jamu, Angel memiliki daya tahan alami dalam bersetubuh. Tapi bahkan kini Angel kewalahan menghadapi Pak Doni yang ganas & kuat itu. Laki-laki itu benar-benar luar biasa tenaganya. Telah hampir setengah jam ia melakukan aktivitasnya dgn tempo permainan yang masih tetap tinggi & semangat tetap menggebu-gebu.
Kemudian Pak Doni merubah posisi permainan, dgn duduk di kursi yang tidak berlengan & Angel ditariknya duduk menghadap sambil mengangkang pada pangkuan Pak Doni.
Pak Doni menempatkan kontolnya pada bibir kemaluan Angel & mendorongnya sehingga kepala kontolnya masuk terjepit dalam liang kewanitaan Angel, sedangkan tangan kiri Pak Doni memeluk pinggul Angel & menariknya merapat pada badannya, sehingga secara perlahan-lahan tapi pasti kontol Pak Doni menerobos masuk ke dalam kemaluan Angel.
Tangan kanan Pak Doni memeluk punggung Angel & menekannya rapat-rapat hingga kini badan Angel melekat pada badan Pak Doni. Kedua buah dada Angel terjepit pada dada Pak Doni yang berambut lebat itu & menimbulkan perasaan geli yang amat sangat pada kedua puting susunya tiap kali bergesekan dgn rambut dada Pak Doni.
Kepala Angel tertengadah ke atas, pasrah dgn matanya setengah terkatup menahan kenikmatan yang melandanya sehingga dgn bebasnya mulut Pak Doni bisa melumat bibir Angel yang agak basah terbuka itu. Kisah Ku Diajarin Sex Sama Tante Ku
Angel mulai memacu & terus menggoyang pinggulnya, memutar-mutar ke kiri & ke kanan serta melingkar, sehingga kontol yang besar itu seakan mengaduk-aduk dalam memeknya sampai terasa di perutnya.
Tak berselang kemudian, Angel merasaka sesuatu yang sebentar lagi akan kembali melandanya. Terus…, terus…, Angel tak peduli lagi dgn gerakannya yang agak brutal ataupun suaranya yang kadang-kadang memekik lirih menahan rasa yang luar biasa itu. & saat klimaks itu datang lagi, Angel tak peduli lagi,
“Aaduuuh…, eeeehm”, Angel memekik lirih sambil menjambak rambut laki-laki yang memeluknya dgn kencang itu. Dunia serasa berputar. Sekujur tubuhnya mengejang, terhentak-hentak di atas pangkuan Pak Doni.
Sungguh hebat rasa kenikmatan orgasme kedua yang melanda dirinya. Sungguh ironi memang, wanita ayu yang lemah gemulai itu mendapatkan kenikmatan seperti ini bukan dgn kekasihnya, akan tetapi dgn orang asing yang sedang memperkosanya.
Kemudian kembali laki-laki itu menggendong & meletakkan Angel di atas meja dgn pantat Angel terletak pada tepi meja & kedua kakinya terjulur ke lantai. Pak Doni mengambil posisi diantara kedua paha Angel yang ditariknya mengangkang, & dgn tangan kanannya menuntun kontolnya ke dalam lubang memek Angel yang telah siap di depannya.
Laki-laki itu mendorong kontolnya masuk ke dalam & menekan badannya setengah menindih tubuh Angel yang telah pasrah oleh kenikmatan-kenikmatan yang diberikan oleh lelaki tersebut. Pak Doni memacu keras untuk mencapai klimaks.
Desah nafasnya mendengus-dengus seperti kuda liar, sementara goyangan pinggulnya pun semakin cepat & kasar. Peluhnya telah penuh membasahi sekujur tubuhnya & tubuh Angel yang terkapar lemas di atas meja.
Sementara lelaki India itu terus berpacu diantara kedua paha Angel, badan wanita itu terlonjak-lonjak mengikuti tekanan & tarikan kontol lelaki tersebut. Angel benar-benar telah KO & dibuat permainan sesukanya oleh si India yang perkasa itu.
Angel kini benar-benar tidak berdaya, cuma erangan-erangan halus yang keluar dari mulutnya disertai pandangan memelas sayu, kedua tangannya mencengkeram tepi meja untuk menjaga keseimbangannya. Lelaki itu melihat ke arah jam yang terletak di dinding ruangan kerja tersebut, jam telah menunjukan pukul 13.40, berarti telah 1 jam 40 menit ia menggarap wanita ayu tersebut & sekarang ia merasa sesuatu dorongan yang keras seakan-akan mendesak dari dalam kontolnya yang menimbulkan perasaan geli pada ujung kontolnya.
Lelaki tersebut mengeram panjang dengan suara tertahan, “Agh…, terus”, & disertai dengan suatu dorongan kuat, pinggulnya menekan habis pada pinggul wanita yang tidak berdaya itu, sehingga buah pelirnya menempel ketat pada lubang anus Angel & batang kontolnya yang besar & panjang itu terbenam seluruhnya di dalam liang memek Angel.
Dgn suatu lenguhan panjang, “Sssh…, ooooh!”, sambil membuat gerakan-gerakan memutar pantatnya, lelaki India tersebut merasakan denyutan-denyutan kenikmatan yang diakibatkan oleh semprotan air maninya ke dalam memek Angel.
Ada kurang lebih lima detik lelaki tersebut tertelungkup di atas badan wanita ayu tersebut, dgn seluruh tubuhnya bergetar hebat dilanda kenikmatan orgasme yang dahsyat itu. & pada saat yang bersamaan Angel yang telah terkapar lemas tak berdaya itu merasakan suatu semprotan hangat dari pancaran cairan kental hangat lelaki tersebut yang menyiram ke seluruh rongga memeknya. Tubuh lelaki India itu bergetar hebat di atas tubuh wanita ayu itu.
Setelah kurang lebih 3 menit keduanya memasuki masa tenang dgn posisi tersebut, secara perlahan-lahan Pak Doni bangun dari atas badan Angel, mengambil tissue yang berada di samping meja kerja & mulai membersihkan ceceran air maninya yang mengalir keluar dari bibir kemaluan Angel.
Setelah bersih Pak Doni menarik tubuh Angel yang masih terkapar lemas di atas meja untuk berdiri & memasang kembali kancing-kancing bajunya yang terbuka. Setelah merapikan baju & celananya, Pak Doni menarik badan Angel dgn lembut ke arahnya & memeluk dgn mesra sambil berbisk ke telinga Angel,
“Maafkan saya manis…, terima kasih atas apa yang telah kau berikan tadi, biarpun kudapat itu dgn sedikit paksaan!”, kemudian dgn cepat Pak Doni Singh keluar dari ruangan kerja Angel & membuka pintu keluar yang tadinya dikunci, setelah itu cepat-cepat kembali ke lantai 26. Jam menunjukan 13.55.
Sepeninggalan Pak Doni, Angel terduduk lemas di kursinya, seakan-akan tidak percaya atas kejadian yang baru saja dialaminya. Seluruh badannya terasa lemas tak bertenaga, terbesit perasaan malu dalam dirinya, karena dalam hati kecilnya ia mengakui turut merasakan suatu kenikmatan yang belum pernah dialami serta dibayangkannya. Kini hal yang diimpikannya benar-benar menjadi kenyataan.
Dalam pikirannya timbul pertanyaan apakah bisa? sepuas tadi bila ia berhubungan dgn pacarnya, setelah mengalami persetubuhan yang sensasional itu. End
CERITA INDEHOY

Fantasi bukan untuk ditahan. Di sini, kamu bebas menelanjangi imajinasi. – Cerita panas, liar, dan penuh kenikmatan – Bukan untuk yang malu-malu – 18+ Only. Karena di sini... semua bisa terjadi 👉 ceritaindehoy.com

Lihat Semua Postingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *