Hasrat Ku Meronta Melihat Kakak Ipar Ku

seeorang mahasiswi yang bernama Indri ini memang hypersex. Sebagai anak orang kaya dia telah masuk pada pergaulan bebas. Bahkan dia sering berganti-ganti pasangan untuk berhubungan sex. Tak lepas dari itu calon kakak iparnya pun yang ganteng dia ajak ML dikost.
Namaku Indri aku adalah seorang mahasiswi universitas negeri di kotaku. Usiaku 22 tahun dan statusku masih gadis. Aku dua bersaudara dengan kakak perempuanku yang sudah berkeluarga. Kini aku menjadi anak tunggal kesayangan orangtuaku. Aku terlahir dari keluarga yang cukup mapan. Ayahku bekerja di kantor pajak dan ibuku sebagai pegawai negeri sipil di salah satu pemerintahan kota.
Menjadi anak tunggal adalah impianku karena setiap apa saja yang aku minta dipenuhi oleh orangtuaku. Setiap kali aku meminta sesuatu tidak pernah ditolak semua terpenuhi. Apalagi setelah kakakku menikah aku bak putri raja di rumah yang selalu dimanja oleh kedua orangtuaku. Namun karena aku selalu dimanja banyak dilarang dan juga dikekang membuat aku nakal.
Aku memiliki paras yang cantik tentunya seusiaku ini jiwa mudanya menggebu-gebu. Apalagi kalau sudah mengenal lawan jenis. Semua serba malas dan inginnya berpacaran. Tetapi kedua orangtuaku melarang aku berpacaran terlebih dahulu sebelum wisuda. Aku pun backstreet dengan banyak pria secara berganti-ganti.
Gaya-pacaranku pun sudah seperti di telenovela yang serba fulgar. Aku punya kost di dekat kampus untuk persinggahan dan sekedar bercinta dengan kekasihku. Aku pun selalu menjelaskan kepada pacarku bahwa aku backstreet dari orangtuaku. Kebanyakan mereka setuju dan tidak banyak protes. Aku pun menjadi penikmat para lelaki. Sekali berhubungan seks menjadi ketagihan dan nagih terus.
Selama aku berpacaran dengan pria aku sudah 4 kali melakukan hubungan seks dengan pria secara bergantian. Aku yang manja dan anak mama itu berubah menjadi gadis dewasa yang nakal. Aku mengenal seks sejak masuk kuliah. Bahkan dulu aku sempat naksir sama calon suami kakakku ketika dia sering main ke rumah. Akhirnya dia menjadi suami kakakku aku pun tidak mengharapkannya lagi.
Aku tumbuh menjadi gadis cantik dengan tingkah keganjenan yang sangat tinggi. Apabila ada cowok yang ganteng aku selalu menggodanya bahkan aku harus mendapatkannya. Aku sangat ambisius dengan pria ganteng, rasanya aku menjadi penggila seks. Jika sudah merasakan kenikmatan dengan satu pria rasanya tidak cukup dengan pria itu saja.
Aku bisa menutupi kenakalan remajaku ketika di rumah. Aku belagak menjadi anak penurut di depan mata kedua orangtuaku karena aku tidak mengingkan mereka tau, bahwa aku sekarang menjadi gadis yang nakal. Kedua orangtuaku percaya sepenuhnya denganku. Alasan apapun yang aku berikan pastinya mereka mempercayaiku. Aku selalu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
BACA JUGA : Teman Lama Ku Yang Hyper
Misal tidak ada jam kuliah aku alasan untuk berangkat kuliah. Padahal aku menyempatkan bercumbu dengan pacarku dikost atau dihotel. Aku memanfaatkan kecantikan ku untuk menarik pria-pria ganteng yang ada di sekitarku. Pastinya mereka klepek-klepek melihat penampilan dan wajahku yang cantik. Kalau sudah memakai pakaian yang sexy banyak pria yang mendekati aku.
Keluar rumah pastinya aku ganti kostum yang lebih menarik. Telihat belahan payudaraku itu sudah pasti. Kala itu aku membuka mata jam dinding mengarah ke angka 9 dan aku bergegas bangun dari tidurku yang panjang. Aku kesiangan hari ini ada acara di rumah kakakku. Entah apa yang ada difikiranku padahal aku janji datang jam 7 untuk membantu segala keperluan acara nanti sore. Mimpi bercumbu dengan seorang lelaki tampan membuat aku terlelap hingga siang hari.
Aku segera bangun dan mandi langsung saja bergegas ke rumah kakakku. Disana ada acara ulang tahun keponakanku, semua sudah tertata rapi. Aku kena marah kakakku namun kakak ipar ku Mas Panjol selalu membela aku. Aku terpesona dengan kedewasaan kakak iparku yang selalu membela aku. Kakakku mbak Dewi itu tak henti-hentinya memaki aku.
Acara jam 4 pun tiba dengan meriah ulang tahun keponakanku. Banyak tamu undangan yang datang, aku terus memandangi kakak iparku yang memakai kemeja putih terlihat bersih dan maco. Acara berjalan lancar hingga malam hari. Ternyata ada sebagian teman kakakku yang tidak datang. Aku pun disuruh untuk mengantar kue dan bingkisan ke rumah teman-temannya.
Aku enggan berangkat sendiri akhirnya mas Panjol mengantar aku. Dengan semangat aku berangkat naik mobil berdua dengan mas Panjol. Rumahnya jauh jadi membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk menempuhnya. Sepanjang perjalanan aku ngobrol dengan mas Panjol. Ya udah biasa sih pergi dengannya namun kali ni luar biasa karena aku hanya berdua dengannya.
Aku memakai dres merah yang sexy aku coba menaikkan dressku.
Mas Panjolpun tidak menghiraukannya padahal aku udah nggak tahan melihat pesona kakak iparku yang maco itu. Aku pun berpura-pura,
“mas berhenti dulu dong disini, kayaknya ada sesuatu didalam dressku…awww…sakit…..”
“kamu kenapa sih Indri? Coba aku lihat dimana sakitnya…”
“ini mas dibelahan dada aku kayak ada yang bergetar deh….”
Mas Panjol nggak sadar dia langsung membuka dadaku, dia membelai belahan payudaraku hingga tangannya masuk ke dalam,
“awww…aaaaahhh…geli mas….aaahhh……”
“udah enakan belum?”
“mas mampir ke kost aku bentar yuk aku mau ganti baju nih nggak nyaman deh pakai dress ini…”
“sejak kapan kamu punya kost?”
“udah ayolah mas …”
Mas Panjol menuruti kemauanku dan mengantar ke kost aku. Berawal Dari Nongkrong Hingga ML
Awalnya nggak mau mengantar masuk aku paksa mas Panjol akhirnya mau juga. Aku berjalan menuju kamarku mas Panjol masuk ke dalam kamarku,
“bentar ya mas aku mau pipis dulu…”
Sengaja aku tinggal di dalam kamar dan aku memutar video porno. 5 menit aku di dalam kamar mandi membersihkan memekku dan memakai pewangi biar mas Panjol makin tertarik denganku. Aku mengintip mas Panjol yang lagi serius menonton video itu.
Tampaknya mas Panjol mulai terbawa suasana saat itu. Dia terbaring sambil mengelus-elus kontolnya.
Aku pun segera masuk ke dalam kamar dan langsung memeluk mas Panjol. Tangan mas Panjol dengan sigap mendekap aku. Aku udah bersiap menggunakan lingerie tanpa bra. Putingku terlihat sangat menonjol. Aku melepaskan pelukan itu, aku pun bergerak menggairahkan. Aku menggerakkan tubuhku tanganku membelai payudaraku, lingeriku aku tarik keatas sehingga terlihat pahaku yang mulus.
Mas Panjol melepas baju dan celananya, dia pun hanya menggunakan celana dalam. Aku lihat kontol mas Panjol mulai menegang keras Tangannya menarik tanganku dan kita berguling di ranjang. Mas Panjol menciumi bibirku dengan penuh kehangatan. Aku membalas ciuman itu secara perlahan. Lidahnya menyelingkap di bibirku, aku menarik bibirnya dengan lembut,
“mmmmmmmmm…….aaahhhhh…..” rintihku dengan manja.
Tangannya membelai tubuhku dari atas hingga ke bawah. Dia melepaskan ciumannya tangannya mulai membelai dari atas hingga ke bawah. Kaki ku terus bergerak merasakan belaian mas Panjol,
“aaaaaaahhhh masaaaaaahhh…..”
Permainan yang sangat indah dimulai dari ciuman kemudian belaian yang lembut membuat gairahku timbul secara perlahan. Lingeriku dibuka aku pun telanjang dan hanya celana dalam yang menutupi memekku,
“buka sekalian dong mas….hmmmmm….” ucapku manja.
Tetapi mas Panjol tidak membukanya, dia terus membelai dari leher hingga ke bawah. Kemudian dia menjilati telinga dan leherku,
“ssssshhh….aaaaahhhh…….” tubuhku bergerak.
Pahaku dia jilat hingga ujung kakiku, tubuhku mengejang dengan cepat. Dia menyedot leherku dengan tajam, sehingga leherku memerah,
“ooohhh mas…sedot puting adek mas….aaaaakkkhhhhhh….”
Mas Panjol perlahan membelai payudaraku dengan lembut. Putingku diputar-putar biar makin nonjol, setelah menonjol mas Panjol menjilatinya. Secara bergantian putting susuku dijilati dan kemudian diemut disedot,
“mmmmm…aaaaaaaakkhhh….mas…enak mas…..ooohhh….aaaaakkkhhh……”
Dia mengemut putting susuku sesekali dia sedot seperti bayi yang sedang kehausan. Lama-lama semakin keras aku menjerit nikmat,
“ooohhhhh…masss…..oooo….aaaaaahhhhh…….”
Kedua payudaraku diemut dan dijilati sembari tangannya meremas-remas payudaraku hingga aku lemas. Lalu dia turun kebawah dan membuak celana dalamku. Aroma wangi itu membuat mas Panjol semakin bergairah Dia tak sabar ingin segera membelai memekku yang merekah. Kedua kakiku diangkat dan dia berusaha menjilati labia pada memekku. Luar dalam dia jilati hingga aku merintih nikmat,
“aaaaakkkhhh…ooohhh….aaaaaahhhh…….”
Kontol mas Panjol terlihat jelas dengan bulu kemaluan yang sangat rimbun. Aku tak tahan pengen sekali menyepongnya. Seperti ada sinyal-sinyal yang kaut mas Panjol menyodorkan kontolnya di depan mulutku. Langsung saja aku kulum dan aku kocok hingga terasa begitu nikmat. Keluar masuk ke dalam mulutku, aku sedot dan emut aku tarik perlahan,
“aaaaaaaahhh…aaaaaahhh…..nikmat sekali,….ooohh…..” rintih mas Panjol.
Dengan cepat dan lihay tanganku mengocok penis mas Panjol. Kisah Ku Pecahkan Perawan Cinta Pertama ku
Kemudian mas Panjol menggesek-gesekkan kontolnya dengan memekku. Memekku basah karena mengeluarkan cairan yang sangat banyak sekali. Ujung kontolnya berusaha dia masukkan ke dalam memekku. Dia putar-putar dulu di depan lubang agar terasa nikmat,
“ooohh lagi…masukkan lagi,….aaaaaahhhh……”
Ujung kontolnya masuk ke dalam memekku dan dia tekan masuk ke dalam,
“jjjlleeeebbbb…aaaaaahhh….ooohhh……”
Dia menekan penisnya masuk ke dalam keluar masuk sangat nikmat. Aku pun berusaha mengangkat memekku ke atas Pantatku ikut bergoyang nikmat sekali. Kontol mas Panjol besar sekali rasanya memekku penuh dengan kontolnya. Dia putar-putar kontolnya di dalam memekku. Aku membalas gerakan itu secara terus menerus.
Pinggulnya aku pegang dan memekku juga bergerak naik turun. Sesekali dia menekan dengan keras rasanay seperti tertancap di dalam memekku,
“oooohhh….aaaaahhh….ooohh….aaaahhh…..ooohhh…..”
Mulut mas Panjol mengulum putting susuku kembali seakan dia tidak ingin menyia-nyiakan payudaraku yang montok. Putingku di emut hingga gairahku makin memuncak. Aku semakin brutal membalas gerakan keluar masuk kontolnya. Tubuhku bergetar merasakan kenikmatan sementara kontolnya terus keluar masuk di dalam memekku.
Aku menjepit kontol mas Panjol di dalam, kemudian aku lepas. Aku jepit lepas kontol mas Panjol hingga dia mendesah keras,
“aaaaahhhhhhhh…nikmat Indri….lagi sayang…….ooohhh…aaaahhh…..”
Aku mengimbangi gerakan mas Panjol yang semakin cepat. Aku melandaikan gerakan juga agar sperma tidak cepat keluar biar makin lama kontolnya tertancap di dalam memekku,
“ooohhh aaaaahhh….aaaahhh….”
“tekan lebih keras mas…lebih keras…aaaahhhh…”
Aku mengeluarkan cairan berkali-kali dan kontol itu bergerak semakin cepat. Tak lama kemudian keluarlah sperma mas Panjol.
“ccccrrrrrroootttt…..ccccrrrrooooootttt…..ccccrrroooootttttt…..”
Cairan itu tepat disemprotkan ke mulutku, aku membuak lebar dan menelan cairan itu. kontolnya aku emut di dalam mulutku. Cairan sperma yang kental dan banyak itu aku telan hingga tak tersisa. Aku pun memeluk mas Panjol dan berjanji tidak akan membocorkan rahasia ini. Setelah itu kita memakai pakaian dan pergi ke tujuan untuk mengantar snack ke rumah teman mbak Dewi.
Kita pun seperti biasa seakan tidak terjadi apa-apa. Itulah kisahku mesum dengan kakak iparku sendiri yang memiliki sensasi yang sangat hot menurutku. Sekian.