Kisah ku Ngewhe Dengan Abang Ipar Ku

Siang itu aku sendirian. Papa, Mama dan Mbak Cinta mendadak ke Jakarta karena nenek sakit. Aku nggak bisa ikut karena ada kegiatan sekolah yang nggak bisa aku tinggalin, Saat itu aku berumur 17 tahun dan masih kelas SMA2.
Dari pada bengong sendirian aku iseng bersih-bersih rumah. Pas aku lagi bersihin kamar Mbak Cinta, aku nemu sekeping VCD. Ketika aku merhatiin sampulnya.. astaga!! ternyata gambarnya sepasang bule yang sedang berhubungan sex. Badanku gemetar, jantungku berdegup kencang. Pikiranku menerawang saat kira-kira 1 bulan yang lalu aku tanpa sengaja mengintip Mbak Cinta dengan pacarnya berbuat seperti yang ada di sampul VCD tsb.
Sejak itu aku sering bermasturbasi membayangkan sedang bersetubuh.
Tadinya aku bermaksud mengembalikan VCD tersebut ke tempatnya, tapi aah.. mumpung sendirian aku memutuskan untuk menonton film tersebut. Jujur aja aku baru sekali ini nonton blue film. Begitu aku nyalain di layar TV terpampang sepasang bule yang sedang saling mencumbu. Pertama mereka saling berciuman, kemudian satu persatu pakaian yang melekat mereka lepas. Si cowok mulai menciumi leher ceweknya, kemudian turun ke payudara. Si cewek tampak menggeliat menahan nafsu yang membara, Sesaat kemudian si cowok mejilati vaginanya terutama di bagian klitorisnya.
Si cewek merintih-rintih keenakan. Selanjutnya gantian si cewek yang mengulum penis si cowok yang sudah ereksi. Setelah beberapa saat sepertinya mereka tak tahan lagi, lalu si cowok memasukkan penisnya ke vagina cewek bule tadi dan langsung disodok-sodokin dengan gencar. Sejurus kemudian mereka berdua orgasme. Si cowok langsung mencabut rudalnya dari vagina kemudian mengocoknya di depan wajah ceweknya sampai keluar spermanya yang banyak banget, si cewek tampak menyambutnya dengan penuh gairah.
Aku sendiri selama menonton tanpa sadar bajuku sudah nggak karuan. Kaos aku angkat sampai diatas tetek, kemudian braku yang kebetulan pengaitnya di depan aku lepas. Kuelus-elus sendiri tetekku sambil sesekali kuremas, uhh..
enak banget. Apalagi kalo kena putingnya.. woww!!
Celana pendekku aku pelorotin sampe dengkul, lalu tanganku masuk ke balik celana dalam dan langsung menggosok-gosok klitorisku. Sensasinya luar biasa!!
Makin lama aku semakin gencar melakukan masturbasi, rintihanku semakin keras. Tanganku semakin cepat menggosok klitoris sementara yang satunya sibuk meremas-remas toketku sendiri. Dan, “Oohh.. oohh..”
Aku mencapai orgasme yang luar biasa. Aku tergeletak lemas di karpet.
Tiba-tiba, bel pintu berbunyi. Tentu saja aku gelagapan benerin pakaianku yang terbuka disana-sini. Abis itu aku matiin VCD player tanpa ngeluarin discnya.
“Gawat!” pikirku.
BACA JUGA :Rezeki Nomplok Ngewhe Dengan Perawat
Siapa ya? Jangan-jangan pa-ma! Ngapain mereka balik lagi?”. Pikirku takut..
“Buru-buru aku buka pintu, ternyata di depan pintu berdiri seorang cowok keren. Rupanya Mas Adi, pacar Mbak Cinta dari Bandung..
“Halo Dina sayang, Mbak Cintanya ada?”
“Wah, aku baru sampai di Bandung pagi ini. Kamu nggak telepon Mas Adi dulu?”
“Oh tidak. Bagaimana mungkin kau memberi kejutan lalu mengejutkan dirimu sendiri?”
“Telpon aja HP-nya Mas, kali aja mau balik” usulku seeknanya.
Padahal aku berharap sebaliknya, soalnya terus terang aku diem-diem juga naksir Mas Adi. Mas Adi menyetujui usulku. Ternyata Mbak Cinta cuman ngomong supaya nginep dulu, besok baru balik ke Jakarta, sekalian ketemu disana. Hura! Hatiku bersorak, berarti ada kesempatan nih.
Aku mempersilakan Mas Adi mandi. Setelah mandi kami makan malam bareng. Aku perhatiin tampang dan bodi Mas Adi yang keren, kubayangkan Mas Adi sedang telanjang sambil memperlihatkan “tongkat kastinya”.
Nggak sulit untuk ngebayangin karena aku kan pernah ngintip Mas Adi sama Mbak Cinta lagi ML. Rasanya aku pengen banget ngerasain penis Mas Adi masuk ke vaginaku, abis keliatannya enak banget tuh..
“Ada apa Dina, Kok ngelamun, mikirin pacar ya?” tanyanya tiba-tiba.
“Ah, tidak, Tuan, Dina sekarang ngantuk!” kataku sinis.
“Mas Adi nonton TV aja nggak papa kan?” Tanyaku..
“Nggak papa kok, kalo ngantuk tidur aja duluan!” Jawabnya santai..
Aku beranjak masuk kamar. Setelah menutup kintu kamar aku bercermin. Bajuku juga kulepas semua. Wajahku cantik manis, kulitku sawo matang tapi bersih dan mulus. Tinggi 165 cm. Badanku sintal dan kencang karena aku rajin senam dan berenang, apalagi ditunjang toketku yang 36B membuatku tampak sexy.
Jembutku tumbuh lebat menghiasi vaginaku yang indah. Aku tersenyum sendiri kemudian memakai kaos yang longgar dan tipis sehingga meninjolkan kedua puting susuku, bahkan jembutku tampak menerawang. Aku merebahkan diriku di atas kasur dan mencoba memejamkan mata, tapi entah kenapa aku susah sekali tidur. Sampai kemudian aku mendengar suara rintihan dari ruang tengah. Aneh!
Suara siapa malam-malam begini? Astaga! Aku baru inget, itu pasti suara dari VCD porno yang lupa aku keluarin tadi, apa Mas Adi menyetelnya?
Penasaran, akupun bangkit kemudian perlahan-lahan keluar untuk mengecek nya.
sesampainya di ruang tengah, deg!! Aku melihat pemandangan yang mendebarkan, Mas Adi di depan TV sedang menonton bokep sambil ngeluarin penisnya dan mengelusnya sendiri. Wah.. batangnya tampak kekar banget.
Aku berpura-pura batuk kemudian dengan tampang seolah-olah mengantuk aku mendekati Mas Adi. Mas Adi tampak kaget mendengar batukku lalu cepat-cepat memasukkan penisnya ke dalam kolornya lagi, tapi kolornya nggak bisa menyembunyikan tonjolan tongkatnya itu.
“Eh, Dina anu, eh belum tidur ya?” Tanyanya gugup.. Aku Dapet Hadiah Ngewhe Dari Pacarku
Mas Adi tampak salting, kemudian dia hendak mematikan VCD player.”
lya nih Mas, gerah. eh nggak usah dimatiin, nonton berdua aja yuk!” ujarku sambil menggeliat sehingga menonjolkan pepaya bangkokku.. “Oh iya deh.” Jawabnya.. Kamipun lalu duduk di karpet sambil menonton. Aku mengambil posisi bersila sehingga memek ku mengintip keluar dengan indahnya dikarenakan aku hanya memakai baju telusuran dan tidak memakai CD..
“Mas, gimana sih rasanya bersetubuh?” tanyaku tiba-tiba.
“Kenapa kamu bertanya begitu?” jawabnya dengan heran.
Mas Adi agak kaget mendengar pertanyaanku, soalnya saat itu matanya asyik mencuri pandang ke arah selakanganku. Aku semakin memanaskan aksiku, Sengaja kakiku kubuka lebih lebar sehingga vaginaku semakin terlihat jelas..
“Alaaa nggak usah gitu! Aku kan pernah ngintip Mas sama Cinta lagi gituan.. nggak papa kok, rahasia terjaga”
“Oya? He he he yaa… hey sih.” Mas Adi tersipu mendengar ledekanku..
Akupun melanjutkan, “Mas, vaginaku sama punya Mbak Cinta lebih indah mana?” tanyaku sambil mengangkat kaosku dan mengangkangkan kakiku lebar-lebar so memek ku pun terpampang jelas.
“Ehh gilek bagusan punyamu”
“Terus kalo toketnya montokan mana ?” kali ini aku mencopot kaosku sehingga puayudara dan tubuhku montok itu telanjang tanpa sehelai benang yang menutupi.
“Aaanu.. lebih montok dan kecengan tetekmu!” Katanya lagi. Mas Adi tampak melotot menyaksikan bodiku yang sexy. Hal itu malah memubat aku semakin terangsang.
“Sekarang giliran aku liat punya Mas Adi!”
Karena sudah sangat bernafsu aku menerkam Mas Adi. Kucopoti seluruh pakaiannya sehingga dia bugil. Aku terpesona melihat tubuh bugil Mas Adi dari dekat. Badannya agak langsing tapi sexy. penisnya sudah mengacung tegar membuat jantungku berdebar cepat. Entah kenapa, kalo dulu ngebayangin bentuk burung cowok aja rasanya jijik tapi ternyata sekarang malah membuat darahku berdesir..
“Wah gede banget! Aku isep ya Mas!” Tanpa menunggu persetujuannya aku langsung mengocok, menjilat dan mengulum batang kemaluannya yang gede dan panjang itu seperti yang aku tonton di BF..
“Surup Surup Surupmmh! Surup Surup Surup mmh.”
Ternyata nikmat sekali mengisap penis. Aku jepit penisnya dengan kedua susuku kemudian aku gosok-gosokin, hmm nikmat banget! Mas Adi akhirnya tak kuat menahan nafsu. Didorongnya tubuh sintalku hingga terlentang lalu diterkamnya aku dengan ciuman-ciuman ganasnya. Tangannya tidak tinggal diam ikut bekerja meremas-remas kelapa gadingku..
“Ahh mmh.. yesh uuh.. enak mas”
Aku benar-benar merasakan sensasi luar biasa. Sesaat kemudian mulutnya menjilati kedua putingku sambil sesekali diisap dengan kuat..
“Auwh geli nikmat aah ouw!”
Aku menggelinjang kegelian tapi tanganku justru menekan-nekan kepalanya agar lebih kuat lagi mengisap pentilku. Sejurus kemudian lidahnya turun ke vaginaku. Tangannya menyibakkan jembutku yang rimbun itu lalu membuka vaginaku lebar-lebar sehingga klitorisku menonjol keluar kemudian dijilatinya dengan rakus sambil sesekali menggigit kecil atau dihisap dengan kuat..
“Yesh…uuhhh.. enak mass.. terus!” jeritku. Sampingan Rumah Makan Sekaligus Menyediakan Tempat Jajan Cewek Panggilan
“Slurp slurp, vaginamu gurih banget Dina mmh”.
Mas Adi terus menjilati vaginaku sampai akhirnya aku nggak tahan lagi.
“Mas.. ayo.. masukin penismu.. aku nggak tahan…”
Mas Adi lalu mengambil posisi 1/2 duduk, diancungkannya penisnya dengan gagah ke arah lubang vaginaku. Aku mengangkangkan kakiku lebar-lebar siap menerima serangan rudalnya. Pelan-pelan dimasukkannya batang rudal itu ke dalam vaginaku.
“Aauw sakit Mas pelan-plan akh..”
Walaupun sudah basah, tapi vaginaku masih sangat sempit karena aku masih perawan…
“Au.. sakit” Teriak ku
Mas Adi tampak merem menahan nikmat, tentu saja dibandingkan Mbak Cinta, tempikku jauh lebih mengigit. Lalu dengan satu senatakan kuat sang rudal berhasil menancapkan diri di lubang kenikmatan sampai menyentuh dasarnya.
“Au.. sakit..” Teriak ku lagi lebih kencang.
Aku melonjakkan pantatku karena kesakitan. Kurasakan darah hangat mengalir di pahaku, persetan! Sudah kepalang tanggung, aku ingin ngerasain nikmatnya bercinta. Sesaat kemudian Mas Adi memompa pantatnya maju mundur..
“Jrebb! Jrebb! Crubb!”
“Aakh! Aakh! Auw!”
Aku menjerit-jerit kesakitan, tapi lama-lama rasa perih itu berubah menjadi nikmat yang luar biasa. vaginaku serasa dibongkar oleh tongkat kasti yang kekar itu.
“Ooh.. lebih keras, lebih cepat” Jerit kesakitanku berubah menjadi jerit kenikmatan. Keringat kami bercucuran menambah semangat gelora birahi kami.
Tapi Mas Adi malah mencabut penisnya dan tersenyum padaku. Aku jadi nggak sabar lalu bangkit dan mendorongnya hingga telentang. Kakiku kukangkangkan tepat di atas penisnya, dengan birahi yang memuncak kutancapkan batang bazooka itu ke dalam memek ku..
“Jrebb.. Ooh..” aku menjerit keenakan, lalu dengan semangat 45 aku menaik turunkan pantatku sambil sesekali aku goyangkan pinggulku.
“Ouwh.. enak banget tempikmu nggigit banget sayang.. penisku serasa diperas”
“Uggh.. yes.. uuh.. auwww.. penismu juga hebaat, memekku serasa dibor” Aku menghujamkan pantatku berkali-kali dengan irama sangat cepat..
Aku merasa semakin melayang. Bagaikan kesetanan aku menjerit-jerit seperti kesurupan. Akhirnya setelah setengah jam kami bergumul, aku merasa seluruh sel tubuhku berkumpul menjadi satu dan dan “Aah mau orgasme Mas..” Mencicipi Baby Sister Keponakan ku Yang Masih Muda Dan Lugu
Aku memeluk erat-erat tubuh atletisnya sampai mas Adi merasa sesak karena desakan susuk yang montok itu
“Kamu sudah sayang? Ok sekarang giliran aku!”
Aku mencabut vaginaku lalu Mas Adi duduk di sofa sambil mememerkan ‘tiang listriknya’. Aku bersimpuh dihadapannya dengan lututku sebagai tumpuan. Kuraih penis besar itu, kukocok dengan lembut. Kujilati dengan sangat telaten. Makin lama makin cepat sambil sesekali aku isap dengan kuat..
“Crupp.. seruput.. mmh..”
“Oh yes.. kocok yang kuat sayang!”
Mas Adi mengerang-erang keenakan, tangannya meremas-remas rambutku dan kedua bola basket yang menggantung di dadaku. Aku semakin bernafsu mengulum. Menjilati dan mengocok penisnya..
“Crupp crupp slurp!” “Ooh yes.. terus sayang yes.. aku hampir keluar sayang!”
Aku semakin bersemangat ngerjain penis big size itu. Makin lama makin cepat cepat Cepat, lalu lalu “Croot.. croot..”
Penisnya menyemburkan sperma banyak sekali sehingga membasahi rambut wajah, tetek dan hampir seluruh tubuhku. Aku usap dan aku jilati semua maninya sampai licin tak tersisa, lalu aku isap penisnya dengan kuat supaya sisa maninya dapat kurasakan dan kutelan. Pengalaman ku Diperkosa Dukun Cabul
Akhirnya kami berdua tergeletak lemas diatas karpet dengan tubuh bugil bersimbah keringat. Malam itu kami mengulanginya hingga 4 kali dan kemudian tidur berpelukan dengan tubuh telanjang. Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan.